Limbah SPPG di Rowobujel Cemari Sumur Warga Diduga Tidak Memakai IPAL Terancam Ditutup Sementara

- Redaktur

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: SPPG Yayasan ODA Masa Depan Utama dan sampel Air Keruh di skitar. @by_News9.id

FOTO: SPPG Yayasan ODA Masa Depan Utama dan sampel Air Keruh di skitar. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Warga Rowobujel, Desa Labruk Lor, Lumajang komplain terdampak limbah dapur SPPG terkait operasional SPPG milik Yayasan ODA Masa Depan Utama.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diduga bermasalah menyebabkan air limbah meluber hingga ke belakang rumah warga dan mencemari mata air milik warga sekitar.

Air yang sebelumnya jernih kini berubah keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut memicu keresahan, terutama bagi warga yang menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari sumber tersebut.

Salah satu warga terdampak, Hadi, mengungkapkan bahwa limbah dari SPPG tepat berada di belakang rumahnya dan sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan keluarganya.

“Air di belakang rumah saya sekarang keruh dan menimbulkan bau tak sedap. Ini sangat meresahkan. Kami minta ada tindakan tegas dan kejelasan karena limbah ini langsung berdampak. Padahal DLH sudah beberapa kali datang, namun belum ada keputusan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, persoalan pencemaran lingkungan bukanlah hal sepele dan menyangkut hak dasar warga atas lingkungan yang sehat”, ujar Hadi.

Di sisi lain, Ketua SPPG Yayasan ODA Masa Depan Utama, Rengga, sebelumnya berjanji akan menutup operasional selama satu minggu guna memperbaiki permasalahan IPAL tersebut.

Baca Juga:  SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Namun berdasarkan pantauan hingga saat ini, aktivitas SPPG masih berjalan seperti biasa dan belum terlihat adanya penutupan sementara sebagaimana yang dijanjikan.

Janji yang tak ditepati itu semakin memperkuat kekecewaan warga yang merasa aspirasi mereka tidak ditanggapi secara serius dan enggan menjawab pesan singkat dari awak media.

Lebih jauh, awak media mengaku telah mengantongi bukti bahwa SPPG Yayasan ODA Masa Depan Utama dinyatakan tidak layak.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Mengamuk di Pamekasan, 3 Rumah Warga Rusak Parah

Jika benar demikian, maka operasional yang tetap berjalan patut dipertanyakan dari sisi legalitas maupun pengawasan.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan secara tegas, transparan, dan memberikan keputusan jelas.

Mereka menuntut tanggung jawab atas dugaan kelalaian dalam pengelolaan limbah yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang Drs Agus Triyono M Si saat dikonfirmasi awak media News9.id mengatakan, bahwa salah satu SPPG yang bermasalah di Lumajang adalah SPPG yang berada di Rowobujel kecamatan Lumajang, ada komplain dari warga yang menyampaikan air sumurnya tercemar sejak SPPG tersebut beroperasi.

Terkait hal itu Tim Dinkes dan DLH sudah cek ke lokasi dan ditemukan beberapa rekomendasi Tim belum ditindak lanjuti dengan baik antara lain yang sifatnya mayor/minor:

Baca Juga:  P3NA Jawa Timur Himbau Petani Padi Untuk Tunda Tanam

Wastafel di depan area untuk cuci tangan pegawai yang akan masuk dapur tempat sampah yang tidak ada penutup dan plastik di dalam tong sampah ditemukan kebocoran pipa saluran sanitasi, dan lain-lain.

Guna merespon keluhan warga sekitar maka Satgas meminta pengelola SPPG untuk segera memenuhi rekomendasi teknis Tim Dinkes dan DLH, jika dalam batas waktu yang diberikan masih belum ada perbaikan yang layak maka Satgas akan melakukan penutupan sementara operasional dapur dengan melaporkan ke Timwas BGN wilayah Jatim, hal ini akan dilakukan untuk Menjamin kesehatan dan ketentraman lingkungan sekitar Menjamin higienitas makanan yang disajikan untuk penerima manfaat.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan, dan masyarakat menanti langkah konkret dari pihak berwenang demi menjaga keselamatan lingkungan serta hak warga atas air bersih. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Kapolsek Kromengan IPTU Riri Novianto saat mengunjungi lokasi bedah rumah. @by_News9.id

SOSIAL

Kapolsek Kromengan Kunjungi Lokasi Bedah Rumah Kromengan

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:38 WIB