Puasa Ramadhan, Manifestasi Etika dan Detoksifikasi Komunikasi

- Editorial Team

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

OPININEWS9 – Ibadah puasa seringkali dipahami secara sempit sebatas menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, esensi sejati dari shaum adalah pengendalian diri menyeluruh, termasuk dalam aspek komunikasi.

Di era digital saat ini, implementasi ibadah puasa dalam aktivitas komunikasi menjadi krusial sebagai bentuk transformasi spiritual dan sosial.

Secara teologis, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah tidak membutuhkan rasa lapar seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta (zur).

Baca Juga:  AWALS Salurkan Bansos Fakir Miskin di Sapudi

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas puasa berbanding lurus dengan kualitas komunikasi.

Implementasi praktisnya adalah dengan menerapkan prinsip tabayyun (verifikasi) sebelum menyebarkan informasi.

Di tengah derasnya arus hoaks dan ujaran kebencian, seorang yang berpuasa dilatih untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam berucap maupun mengetik pesan di media sosial.

Baca Juga:  Paralayang Cup Bupati Madiun 2026 Resmi Dibuka, Watu Bayang Klangon Didorong Jadi Destinasi Sport Tourism

Dalam hal Transformasi Komunikasi di Era Digital, Implementasi puasa dalam komunikasi dapat dibagi menjadi : Pengendalian Diri, Menghindari ghibah, Empati, Kesantunan.

Selain hal hal tadi, yang sekarang penting dilakukan yaitu Puasa Digital, yaitu Mengurangi konsumsi konten negatif dan membatasi waktu layar demi meningkatkan kualitas interaksi langsung dengan keluarga serta Allah SWT.

Jadi, Ibadah puasa adalah momentum untuk melakukan “detoksifikasi komunikasi“. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kejujuran, kesantunan, dan pengendalian diri ke dalam aktivitas sehari-hari, puasa tidak lagi menjadi ritual fisik semata, melainkan menjadi standar moral dalam berinteraksi.

Baca Juga:  Aktivis Sampang Soroti Mutu Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Penyepen

Komunikasi yang terjaga selama Ramadhan diharapkan mampu membentuk karakter muttaqin yang tercermin dalam tutur kata yang menyejukkan dan penuh manfaat bagi sesama. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tasyakuran HUT RI dan Maulid Nabi di Lenteng, Camat Ingatkan Bahaya Pinjol, Judol hingga Narkoba
Peringati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI, Ribuan Pengamal Sholawat Wahidiyah Padati Alun-Alun Reksogati
Maulid Nabi di SMKN Ihya’Ulumudin: Tanamkan Akhlak Rasulullah, Bentuk Generasi Beriman dan Berprestasi
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Gema Takbir Idul Adha 1447 H
Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai
Bantuan Pangan Digelontorkan, 250 Warga Pangarangan Terima Beras dan Minyak
Momentum Rabu Wage, Detikzone dan Mujahidin Tunjukkan Masjid sebagai Pusat Gerakan Sosial
Aksi Nyata di Jalanan, Black Cobra Tebar Kebaikan di Arjasa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Tasyakuran HUT RI dan Maulid Nabi di Lenteng, Camat Ingatkan Bahaya Pinjol, Judol hingga Narkoba

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Peringati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI, Ribuan Pengamal Sholawat Wahidiyah Padati Alun-Alun Reksogati

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Maulid Nabi di SMKN Ihya’Ulumudin: Tanamkan Akhlak Rasulullah, Bentuk Generasi Beriman dan Berprestasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:11 WIB

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Gema Takbir Idul Adha 1447 H

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:24 WIB

Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai

Berita Terbaru