AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi

- Editorial Team

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Keikutsertaan Pemkab Madiun dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. @by_News9.id

FOTO: Keikutsertaan Pemkab Madiun dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. @by_News9.id

TANGERANG, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali memperkuat strategi promosi potensi daerah melalui keikutsertaannya dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Hall 3–3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis–Sabtu, 27–29 Agustus 2026.

Mengusung tema “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”, AOE 2026 menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.

Dalam momentum tersebut, Pemkab Madiun menghadirkan beragam potensi ekonomi lokal, mulai dari produk kriya hingga kuliner khas daerah, seperti sambal pecel, brem, dan lempeng.

Salah satu produk yang mendapat perhatian khusus ialah beras porang, sebuah inovasi pangan yang dikembangkan sebagai salah satu produk khas Kabupaten Madiun.

Baca Juga:  Antisipasi Musim Hujan, Babinsa dan Warga Kompak Bangun Talut di Dusun Kebonan 

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam AOE 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas penetrasi pasar produk lokal agar mampu menjangkau konsumen di tingkat nasional.

“Kami berharap produk-produk dari Kabupaten Madiun bisa dikenal oleh daerah-daerah lain. Khususnya beras porang. Ini produk yang khas dari Madiun,” ujar Hari Wuryanto saat menghadiri pembukaan AOE 2026, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penguatan promosi produk unggulan daerah perlu berjalan beriringan dengan strategi pengembangan investasi.

Kabupaten Madiun dinilai memiliki sejumlah keunggulan geografis dan infrastruktur yang dapat menjadi modal penting dalam menarik minat investor.

Selain keberadaan kawasan industri, konektivitas wilayah Kabupaten Madiun juga didukung akses jalan tol dengan dua exit tol.

Baca Juga:  Perkuat Kepercayaan Publik, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Inklusi Keuangan Syariah

Infrastruktur tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperlancar mobilitas barang, distribusi produk, serta aktivitas ekonomi antardaerah.

Pemkab Madiun turut memperkenalkan produk sektor industri manufaktur yang telah berkembang di daerah, antara lain produk sepatu dan bola.

Promosi tersebut diarahkan untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Madiun tidak hanya memiliki potensi agrikultur dan UMKM, tetapi juga memiliki basis industri yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Penguatan sektor ekonomi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas investasi, memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja, serta pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di sisi lain, Pemkab Madiun juga membangun jejaring promosi dengan masyarakat asal Madiun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Kerja sama tersebut antara lain melibatkan Paguyuban Masyarakat Kabupaten Madiun (PAGUMA) dan Pawitandirogo Jabodetabek.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Kawal Sensus Ekonomi 2026, Siapkan Peta Kekuatan Ekonomi Daerah

Bupati Hari Wuryanto mengajak masyarakat Madiun di perantauan untuk turut mengambil bagian dalam mempromosikan potensi daerah dengan mengunjungi stan Pemkab Madiun serta mendukung produk-produk UMKM lokal yang dipamerkan.

Langkah tersebut mencerminkan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak semata-mata bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, masyarakat perantauan, dan calon investor.

Melalui AOE 2026, Kabupaten Madiun berupaya menempatkan produk lokal dan potensi investasinya dalam jejaring ekonomi yang lebih luas.

Harapannya, promosi yang dilakukan tidak berhenti pada eksposur selama pameran, tetapi berkembang menjadi akses pasar, kemitraan usaha, dan realisasi investasi yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Madiun. ***

Facebook Comments Box

Penulis : GN

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja
Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales
Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep
Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional
Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia
PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura
Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana
Bos HM Target Serap 1.000 Ton Tembakau
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:19 WIB

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB