BANYUWANGI, NEWS9 – Kepala SMKN 1 Tegalsari, Candra Suro Laksono, S.Pi, menegaskan bahwa keikutsertaan 100 persen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam GEMPITA Award 2026 menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui budaya inovasi, kolaborasi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Menurut Candra, GEMPITA Award 2026 tidak semata-mata dipandang sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan penghargaan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk menunjukkan praktik baik, kreativitas, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam mendukung proses pendidikan di sekolah.
“Kami memandang GEMPITA Award 2026 bukan hanya sebagai perlombaan untuk meraih penghargaan, tetapi sebagai sarana pembelajaran dan refleksi bagi seluruh GTK. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan di SMKN 1 Tegalsari memiliki semangat yang kuat untuk terus berkembang, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi siswa serta dunia pendidikan,” ujar Candra.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pihak sekolah terus mendorong lahirnya berbagai inovasi, baik dalam pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, pengembangan kompetensi vokasi maupun peningkatan kualitas pelayanan administrasi sekolah.
Menurutnya, seluruh unsur sekolah memiliki peran dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, ruang untuk berkreasi dan mengembangkan gagasan tidak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga kepada tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan pendidikan.
“Kami ingin setiap guru memiliki ruang untuk berkarya dan berinovasi sesuai bidangnya masing-masing. Begitu pula tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya proses pendidikan. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan dedikasi dan kontribusinya melalui GEMPITA Award ini,” katanya.
Candra juga menilai bahwa kualitas pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari capaian akademik peserta didik.
Menurutnya, sekolah juga dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
“Dunia pendidikan saat ini berkembang sangat cepat. Karena itu guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghasilkan karya-karya yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui GEMPITA Award, kami berharap lahir berbagai gagasan dan inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi antusiasme seluruh GTK SMKN 1 Tegalsari yang menyatakan kesiapan mengikuti setiap tahapan GEMPITA Award 2026.
Bagi Candra, keterlibatan penuh tersebut menjadi gambaran adanya semangat kebersamaan sekaligus budaya kerja positif yang terus dibangun di lingkungan sekolah.
“Keterlibatan seluruh GTK merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk maju tidak hanya dimiliki oleh individu tertentu, tetapi telah menjadi budaya bersama di SMKN 1 Tegalsari,” tuturnya.
Candra berharap partisipasi tersebut tidak berhenti pada keikutsertaan dalam ajang penghargaan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara berkelanjutan.
“Kami optimistis dengan kebersamaan, kerja keras, dan komitmen yang kuat, sekolah kami dapat memberikan kontribusi terbaik dalam GEMPITA Award 2026 serta ikut mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat Jawa Timur,” pungkasnya. ***
Penulis : Toro
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









