MADIUN, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui apel bersama Bupati dan Wakil Bupati Madiun yang dilanjutkan dengan aksi nyata kerja bakti membersihkan sampah di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Madiun, Kota Baru, Alun-Alun Reksogati, Caruban, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi jajaran pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus mempersiapkan Kabupaten Madiun menghadapi penilaian Adipura 2026.
Pantauan di lokasi, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., bersama Wakil Bupati Madiun, Kapolres Madiun, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, AP, tampak turun langsung mengikuti kerja bakti di kawasan selatan Alun-Alun Reksogati Caruban.
Keterlibatan para pimpinan daerah tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa program SELAMAT ASRI, singkatan dari Selasa Jumat Aman, Sehat, Resik (Bersih), dan Indah, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membudayakan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Program tersebut juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia mengenai penguatan budaya kebersihan di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung visi Kabupaten Madiun Bersahaja dan pencapaian target Adipura 2026.
Menurut Bupati, gerakan kebersihan harus dilandasi kesadaran dan niat yang tulus, bukan sekadar dilaksanakan untuk memenuhi agenda kegiatan atau menghadapi penilaian.
“Sebentar lagi ada penilaian Adipura. Mari kita ciptakan niat yang ikhlas untuk menjadikan Kabupaten Madiun sebagai kabupaten yang bersih, asri, dan berprestasi. Kita ingin Kabupaten Madiun menjadi yang terbaik,” tegasnya.
Ia berharap, semangat menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat, sehingga upaya mewujudkan lingkungan yang sehat tidak berhenti ketika kegiatan kerja bakti selesai.
Implementasi program SELAMAT ASRI dilaksanakan secara luas, mulai dari lingkungan perkantoran pemerintah, satuan pendidikan dari PAUD hingga SMP, pemerintah desa, sampai tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi kerja bakti membersihkan sampah, membersihkan selokan dan saluran air, memangkas tanaman liar, menata taman, menanam pohon, serta memberantas sarang nyamuk.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih secara visual, tetapi juga sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Selain mendukung target Adipura, gerakan tersebut memiliki nilai edukatif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Masyarakat diharapkan semakin disiplin membuang sampah pada tempatnya, mengurangi timbulan sampah, dan berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, M. Zahrowi, AP, menyampaikan bahwa apel bersama dan aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen internal pemerintah daerah yang selanjutnya diharapkan menjadi edukasi sekaligus motivasi bagi masyarakat.
Menurutnya, keteladanan aparatur pemerintah perlu diperlihatkan melalui tindakan langsung agar masyarakat memahami bahwa kebersihan merupakan kebutuhan bersama, bukan sekadar tanggung jawab instansi tertentu.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi bersama di lingkungan internal. Berikutnya, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi edukasi dan motivasi kepada masyarakat bahwa kebutuhan akan lingkungan yang bersih adalah kebutuhan kita bersama. Karena itu, masyarakat harus semakin peduli terhadap sampah,” ungkap Zahrowi.
Ia juga menyampaikan bahwa tim evaluasi atau penilaian Adipura diperkirakan mulai melakukan penilaian pada akhir Oktober atau awal November 2026. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Zahrowi menekankan bahwa Adipura bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah yang harus ditopang oleh perubahan perilaku masyarakat dan kerja nyata seluruh pemangku kepentingan.
Melalui gerakan SELAMAT ASRI, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dunia pendidikan, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat.
Keberhasilan mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih dan asri tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial atau kerja bakti menjelang penilaian. Diperlukan konsistensi, pengawasan, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan setiap hari.
Semangat tersebut menjadi pijakan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, indah, dan nyaman, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi penilaian Adipura 2026.
Madiun Bersahaja bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Dari lingkungan perkantoran hingga halaman rumah warga, dari saluran air hingga ruang publik, kepedulian terhadap kebersihan harus tumbuh menjadi budaya bersama.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi seluruh elemen masyarakat, harapan menjadikan Kabupaten Madiun sebagai daerah berprestasi dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup diharapkan dapat terwujud. ***
Penulis : GN
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









