CCTV SPBU Tak Barfungsi Saat Disidak, Skandal Solar Bersubsidi di Jember Makin Terkuak

- Editorial Team

Senin, 16 Maret 2026 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Petugas saat melakukan penyegelan dg memasang police lane. @by_News9.id

FOTO: Petugas saat melakukan penyegelan dg memasang police lane. @by_News9.id

JEMBER, NEWS9 – Dugaan praktik penimbunan BBM solar bersubsidi di Jember semakin menguat.

Saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak), kamera pengawas di SPBU 53.681.35 Jalan Basuki Rahmat, Tegal Besar, Kecamatan Sumbersari, justru tidak merekam aktivitas apa pun.

Petugas SPBU mengaku kamera pengawas tersebut sebenarnya dalam kondisi menyala pada Sabtu (14/3/2026) malam.

Namun anehnya, rekaman tidak tersimpan. Petugas berdalih sistem CCTV memang kerap mengalami gangguan.

“CCTV-nya nyala, tapi tidak merekam. Kami juga tidak tahu kalau tidak merekam. Memang sering error,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Kondisi tersebut memicu kecurigaan saat Anggota DPR RI Bambang Hariadi melakukan sidak ke SPBU tersebut setelah menerima laporan adanya dugaan penimbunan BBM ilegal.

Baca Juga:  Kompensasi Biskuit dan Susu Kotak di Darunnajah Disorot, Diduga Rugikan Negara

Dalam sidak itu, Bambang menemukan CCTV tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ia juga terlihat geram saat mendapati petugas SPBU yang sedang dimintai keterangan justru sibuk memainkan telepon genggam.

Bambang menduga jawaban yang diberikan petugas bukan murni penjelasan langsung, melainkan hasil arahan dari seseorang melalui ponsel.

“Sidak ini kami lakukan setelah sebelumnya anggota DPRD Jember David Handoko Seto terlibat aksi kejar-kejaran dengan truk yang diduga mengangkut solar bersubsidi hasil penimbunan dari Kecamatan Sumbersari hingga Kecamatan Ambulu,” tegas Bambang.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengungkapkan peristiwa dramatis saat dirinya mencoba menghentikan truk yang diduga membawa solar bersubsidi hasil penimbunan.

Menurut David, truk yang telah dimodifikasi tersebut membawa sekitar 4.000 liter solar.

Baca Juga:  Mayat Terapung di Pantai Ambulung Diduga Korban Laka Laut

Saat dilakukan pengejaran bersama aparat kepolisian, kendaraan itu justru menabraknya sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri.

Tidak hanya itu, David juga mengaku sempat mengalami percobaan pembunuhan ketika tiba-tiba belasan orang datang dan mengeroyok dirinya.

Ia menduga para pelaku merupakan bagian dari sindikat penimbunan BBM.

“Saya bahkan sempat ditabrak truk yang membawa sekitar 4.000 liter solar. Saat pengejaran dengan polisi, pelaku berhasil kabur. Setelah itu saya juga dikeroyok belasan orang yang diduga bagian dari sindikat penimbunan BBM,” ungkapnya.

David menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memburu para pelaku penimbunan solar bersubsidi yang dinilai merampas hak masyarakat.

“Negara sudah menggelontorkan subsidi miliaran rupiah untuk meringankan beban rakyat. Tapi justru dirampok oleh para penggarong hak rakyat sebagai konsumen solar,” tegasnya.

Sementara itu, Bambang Hariadi meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan TNI, untuk memperketat pengawasan di setiap SPBU.

Baca Juga:  SMA Negeri 1 Tempeh Bungkam Soal Rehabilitasi Gedung, Hak Publik Dilanggar

Ia menilai pengintaian perlu dilakukan untuk memantau kendaraan mencurigakan yang melakukan pengisian BBM dalam jumlah tidak wajar.

Di sisi lain, keluhan masyarakat mulai bermunculan. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Her, mengaku sering tidak kebagian solar saat hendak membeli di SPBU tersebut.

“Kalau kami mau beli solar sering sudah habis. Banyak konsumen menduga ada permainan antara petugas SPBU dengan pelaku pengisian ilegal,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB