Diduga Mark-Up, Renovasi Gedung Dinkes Malang Rp754 Juta Tanpa Volume Jelas

- Editorial Team

Kamis, 9 April 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. @by_News9.id

FOTO: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Proyek renovasi Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dengan nilai anggaran sekitar Rp754 juta mulai disorot.

Proyek tersebut diduga tidak memiliki kejelasan estimasi volume pekerjaan, memicu kecurigaan adanya praktik mark-up anggaran.

Kegiatan yang masuk dalam belanja modal rehabilitasi bangunan kantor itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Bidang Gedung tahun anggaran 2025.

Pelaksanaan proyek ditargetkan rampung dalam 110 hari kalender, dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Atiga, dengan pengawasan dari CV Sinan serta perencanaan oleh CV AZR Consultant.

Ketua LSM Gerbang Indonesia, Muslich yang biasa di panggil OC menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan patut diusut lebih jauh.

“Nilai ratusan juta hanya untuk renovasi atap tanpa rincian volume yang jelas, ini tidak masuk akal. Sangat janggal dan berpotensi kuat terjadi mark-up,” tegasnya, Kamis (9/4).

OC mengungkapkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pejabat terkait, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga Pengguna Anggaran (PA) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Video Asusila Diduga Libatkan Pelajar di Pamekasan

Namun, hasil penelusuran itu justru memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran.

OC juga menyoroti ironi di tengah gencarnya pemerintah pusat mendorong efisiensi belanja negara.

Menurutnya, proyek tersebut berpotensi bertentangan dengan semangat penghematan anggaran yang digaungkan pemerintah.

“Ketika rakyat diminta berhemat, di daerah justru muncul anggaran yang tidak rasional. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tapi menyangkut rasa keadilan,” ujarnya.

Dirinya mendesak agar dugaan tersebut tidak berhenti pada wacana semata.

Baca Juga:  AKD Bluto Bahas Ketahanan Pangan dan Keaktifan BUMDes

Bahkan, ia meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut potensi penyimpangan.

“Jika ada indikasi permainan anggaran, harus dibawa ke ranah tindak pidana korupsi. Tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Di tengah tekanan ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, dugaan pemborosan anggaran itu dinilai semakin melukai rasa keadilan publik.

“Masyarakat sedang menjerit, ekonomi sulit. Tapi di sisi lain ada anggaran yang diduga dimainkan. Di mana keadilannya,” kritiknya tajam.

OC menegaskan, kontrol sosial dari masyarakat, media, dan LSM harus terus diperkuat untuk mencegah praktik serupa terulang.

Baca Juga:  Serda Eko Afriyadi dan Pasiter Letda Inf Santoso Tinjau Dapur Lapangan di Perbatasan Desa Pamolokan

Sebab, kata dia, transparansi anggaran tidak boleh berhenti sebagai slogan semata.

“Kalau ada temuan, serahkan ke aparat penegak hukum. Tapi pengawasan publik tidak boleh berhenti. Ini tanggung jawab bersama,” tandasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan saat melakukan pemantauan. @by_News9.id

PERISTIWA

Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB

FOTO: Kondisi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi. @by_News9.id

PERISTIWA

KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:52 WIB

FOTO: H. Hairil Fajar (tengah), Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026 dari Infobank

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:36 WIB