Aksi PMII Sampang: Izin Tambang 2 Hektare, Eksploitasi 20 Hektare

- Editorial Team

Selasa, 21 April 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aksi Mahasiswa di depan Gedung DPRD Sampang Selasa (21/4). @by_News9.id

FOTO: Aksi Mahasiswa di depan Gedung DPRD Sampang Selasa (21/4). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Puluhan mahasiswa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sampang menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD dan Pemkab Sampang, Selasa (21/4).

Aksi tersebut menuntut evaluasi total izin tambang galian C setelah menemukan fakta pengusaha melanggar izin hingga sepuluh kali lipat dari 2 hektare menjadi 20 hektare yang menjadi pemicu utama banjir tahunan dan kerusakan pesisir di Madura.

Aksi yang berlangsung aman dan dikawal ketat aparat Polres Sampang itu mengungkap kesenjangan sistematis antara izin tertulis dan realitas di lapangan.

Baca Juga:  Keluarga Korban Kecewa, Sidang Perdana Kasus KDRT Neneng Dinilai Tidak Adil

Koordinator Lapangan sekaligus Ketua 2 PC PMII Sampang, Dahlan, membeberkan temuan mencengangkan.

“Ada pengusaha yang izin lokasinya hanya 2 hektare, tapi aktivitas penambangannya mencapai 20 hektare. Kalau yang punya izin saja melanggar, apalagi yang tidak punya izin?”

Ujung dari pelanggaran ini, kata Dahlan, adalah bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda Kecamatan Jrengik dan Banyuates wilayah yang sebelumnya tidak pernah rawan.

Tak hanya banjir, kerusakan lingkungan di Sampang telah mencapai level krisis multidimensi.

Ketua PC PMII Sampang, Latifah, menambahkan bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan dinilai telah terlampaui.

“Kerusakan lingkungan tidak lagi sekadar krisis ekologis, tetapi telah menjadi krisis keadilan publik. Beban kerusakan ditransfer ke masyarakat dan negara,” ujarnya.

Berdasarkan kajian lapangan PMII, setidaknya lima faktor saling menguatkan: tambang galian C tak terkendali, pengelolaan sampah buruk yang menyebab pendangkalan sungai, lemahnya reklamasi, tidak terpenuhinya Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta abrasi pesisir yang diperparah hilangnya kawasan penyangga.

Baca Juga:  SP4N-LAPOR Jadi Fokus Lumajang, Aduan Warga Kini Lebih Transparan dan Terukur

Mahasiswa mengajukan tuntutan tegas: pertama, evaluasi menyeluruh seluruh izin tambang galian C; kedua, penghentian sementara aktivitas merusak; ketiga, inspeksi mendadak (sidak) DPRD dan Pemkab ke lokasi tambang; keempat, audit perizinan; dan kelima, peninjauan ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Baca Juga:  Harapan Baru Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim Resmi Dilantik

Latifah menegaskan, “Kami akan terus mengawal permasalahan ini sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari DPRD maupun Pemkab Sampang terkait tuntutan mahasiswa. Aksi bubar pukul 12.00 WIB tanpa insiden. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB