Program DAK PPKT di Desa Senduro Diduga Dananya Diselewengkan Diperiksa Kejaksaan

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Papan Informasi danaProgram Bantuan DAK PPKT relokasi dan bangun rumah baru di desa Senduro, kabupaten Lumajang senilai 3,3 miliar. @by_News9.id

FOTO: Papan Informasi danaProgram Bantuan DAK PPKT relokasi dan bangun rumah baru di desa Senduro, kabupaten Lumajang senilai 3,3 miliar. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Program Bantuan DAK PPKT relokasi dan bangun rumah baru di desa Senduro, Kabupaten Lumajang senilai 3,3 miliar rupiah, yang sebelumnya diberitakan dikeluhkan para penerima manfaat (PM) lantaran diduga asal jadi dan tidak adanya transparansi berujung diperiksa kejaksaan dan inspektorat secara estafet berkelanjutan.

Ada dugaan, bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) kabupaten Lumajang terkesan sembrono dalam pengawasan, hanya berbekal percaya pada laporan yang terlalu manis dari bawah.

Dibuktikan dari pengakuan PM saat dikonfirmasi awak media tidak sesuai dengan jawaban dinas terkait yang seolah-olah benar sesuai di lapangan saat dikonfirmasi.

Dikatakan salah satu PM, bahwa RAB rumahnya tidak pernah ditunjukkan kepada PM. Baru setelah ada proses permintaan dengan paksaan baru RAB diberikan tetapi RAB baru yang sudah direkayasa menurut dugaan PM.

Baca Juga:  Disnaker Sumenep Akui Hasil Proyek Pokir DPRD di Pamolokan Kualitas Buruk
Program DAK PPKT di Desa Senduro Diduga Dananya Diselewengkan Diperiksa Kejaksaan
FOTO: Program Bantuan DAK PPKT relokasi dan bangun rumah baru di desa Senduro, kabupaten Lumajang. @by_News9.id

Proses berjalannya waktu, sebagian PM mengaku didatangi pihak inspektorat dan petugas dari kejaksaan negeri Lumajang.

“Saya didatangi petugas dari inspektorat dimintai keterangan terkait proses pengerjaan program DAK di rumah saya, ya saya jawab apa adanya. Dan setelah beberapa hari lagi petugas dari kejaksaan yang datang, sama tujuannya minta keterangan terkait proses program DAK”, kata salah satu PM yang didatangi petugas.

“Kemarin saya berlima datang ke kantor kejaksaan negeri Lumajang, kami orang enam diundang resmi tetapi yang satu tidak hadir, hanya berlima yang menghadap petugas kejaksaan. Kami berlima bersamaan dimintai keterangan terkait keterlibatan kami yang ditunjuk sebagai ketua di masing-masing kegiatan, tetapi kami tidak pernah dilibatkan dalam proses pengerjaan, tidak pernah ikut dalam kegiatan karena sudah ada yang menangani di luar kami. Itu jawaban kami saat ditanya petugas, kami jawab apa adanya termasuk pertanyaan yang lainnya terkait program tersebut”, ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (09/05/2026).

Diduga, dengan adanya keterangan dari beberapa PM yang mungkin banyak penyimpangan, akhirnya tim dari kejaksaan turun langsung ke lokasi dipimpin Kajari, Rabu (06/05/2026).

Baca Juga:  Kompak Bersama, Babinsa Bulurejo Gotong Royong Penyudetan Material Pasir

Satu persatu rumah para PM diperiksa dengan sedetailnya, sampai penggunaan material sekecilpun tidak lepas dari pemeriksaan.

“Satu persatu rumah PM diperiksa, satu rumah hampir satu jam pemeriksaannya. Sampai pakai tangga naik ke atas plafon, penggunaan pasir, semen dan dan paku tidak lepas dari pemeriksaan menggunakan alat yang canggih”, ujar salah satu PM yang mengikuti jalannya pemeriksaan.

“Pemeriksaan hari itu sampai Isyak, dari kejaksaan dan inspektorat, malam itu tidak selesai dilanjutkan besoknya, rupanya ada dari Tipikor yang datang kemarin. Kemarin pemeriksaannya belum selesai, mungkin hanya 15 persen, dan akan dilanjutkan hari Senin besok. Kami para PM yang belum diperiksa sangat menunggu kedatangan para petugas untuk diperiksa, akan kami buka semuanya yang kami tahu. Kami para PM mengharapkan keadilan dan berlanjut sampai selesai prosesnya, biar ketemu siapa pelakunya agar untuk pembelajaran program-program yang ada setelah ini”, ungkapnya.

Awak media akan mengawal apapun temuan-temuan yang didapat dari hasil pemeriksaan oleh petugas dan selalu koordinasi dengan para PM yang merasakan keluhan terkait program DAK PPKT tersebut dan akan melakukan konfirmasi ke pihak terkait yang melakukan pemeriksaan. ***

Baca Juga:  Mengungkap Dugaan Pemalsuan SHM Tapakerbau di Sumenep
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Satu satuan setingkat kompi (SSK) gabungan dari Batalyon A Pelopor, Samapta Polda Jawa Timur, Polisi Kehutanan (Polhut), dan relawan saat padamkan api. @by_News9.id

PERISTIWA

Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:22 WIB

FOTO: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan saat melakukan pemantauan. @by_News9.id

PERISTIWA

Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB