Desa Tegal Bangsri, Kejayaan Pisang “Pakah Kresek” yang Perlu Aksi Nyata

- Editorial Team

Sabtu, 23 November 2024 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Iskhak Subagyo, saat memberikan pengarahan kepada para petani di Ranuyoso, @by_News9.id

Foto: Iskhak Subagyo, saat memberikan pengarahan kepada para petani di Ranuyoso, @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Desa Tegal Bangsri, Kecamatan Ranuyoso, adalah “Permata Tersembunyi” di Lumajang. Dari desa inilah lahir varietas unggul pisang “Pakah Kresek,” yang menjadi kebanggaan petani lokal.

Dengan daya tahan luar biasa terhadap virus dan hama, serta ciri khas buahnya yang besar dan rapat, varietas ini telah menjadi andalan selama lebih dari 25 tahun. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya dimaksimalkan.

Pisang “Pakah Kresek” saat ini dibudidayakan di Kecamatan Ranuyoso dengan total luas 71 hektare. Sebagian besar, yakni 61 hektare, berada di Desa Tegal Bangsri.

Namun, potensi ini memerlukan dukungan yang lebih konkret, baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya.

“Kami telah mendampingi petani untuk menjaga kualitas tanaman dan mencegah serangan hama, tetapi pengelolaan lebih lanjut, seperti pemasaran dan pengolahan, harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Iskhak Subagio, tokoh pertanian setempat juga Ketua HKTI Lumajang.

Iskhak juga menyebut pentingnya upaya pendaftaran varietas ini agar tidak diklaim oleh pihak lain.

“Kita tidak bisa membiarkan kekayaan lokal ini diambil begitu saja. Pendaftaran varietas harus dipercepat, dan petani harus didorong untuk menghasilkan benih bersertifikat, baik melalui kultur jaringan maupun teknik lainnya,” tambahnya.

Dengan harga pisang yang tinggi di pasaran, “Pakah Kresek” memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:  Sumenep Tancap Gas Digitalisasi UMKM, Transaksi QRIS Capai 97 Persen

Ketua Kelompok Tani Timur Curah, Suyanto, menegaskan bahwa varietas ini telah menjadi tumpuan hidup para petani di Tegal Bangsri.

“Selama ini, kami bisa menikmati hasil yang cukup memuaskan dari pisang ini. Tapi kalau ingin lebih berkembang, kami butuh dukungan dalam hal pemasaran dan akses ke industri pengolahan,” katanya.

Saat ini, dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang telah terlihat dalam pendampingan teknis. Namun, upaya ini harus diperluas dengan melibatkan Diskopindag dan pemerintah kabupaten.

“Kami ingin ada ruang pamer khusus untuk pisang ‘Pakah Kresek’ di desa kami. Ini penting agar konsumen dan pembeli besar tahu di mana mereka bisa mendapatkan produk asli Lumajang,” ungkap Kepala Desa Tegal Bangsri, Ahmad Fauzi.

Fauzi juga menambahkan bahwa pemerintah kabupaten perlu membangun industri pengolahan pisang di wilayah utara.

“Kalau Lumajang ingin benar-benar disebut ‘Kota Pisang,’ buktikan dengan tindakan nyata. Bangun industri pengolahan di sini, sehingga nilai tambah dari pisang ini bisa dirasakan langsung oleh petani,” tegasnya.

Pisang “Pakah Kresek” adalah peluang besar bagi Lumajang untuk memperkuat identitasnya sebagai “Kota Pisang.” Namun, peluang ini akan sia-sia jika tidak ada kerja sama nyata dari semua pihak.

“Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, petani, dan pihak swasta, saya yakin pisang ‘Pakah Kresek’ bisa mendunia. Jangan biarkan potensi ini tertidur!” tutup Iskhak Subagio.

Sudah saatnya Lumajang bangkit dan menunjukkan pada dunia bahwa mereka adalah pusat agribisnis sejati. ***

Baca Juga:  Ketua PKDI Madura Raya Warning Soal Darurat Kades PJ
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Rabu, 30 September 2026 - 17:05 WIB

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB