BeritaPeristiwa

Bantuan Ratusan Juta Pembangunan Wisata Badur Dipertanyakan

236
Bantuan Ratusan Juta Pembangunan Wisata Badur Dipertanyakan
FOTO: Kawasan wisata yang selama ini menjadi kebanggaan warga pesisir utara Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bantuan Keuangan Khusus (BK) dari Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan wisata di Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, mulai disorot masyarakat.

Bantuan senilai Rp200 juta itu disebut-sebut tidak menunjukkan tanda-tanda pembangunan baru di kawasan wisata yang selama ini menjadi kebanggaan warga pesisir utara Sumenep tersebut.

“Pembangunan wisata di Desa Badur itu tidak ada pembangunan baru. Yang ada hanya musala dan gardu tempat pengunjung beristirahat. Kalau pembangunan yang baru, belum ada sama sekali,” ujar salah satu warga setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (13/11/2025).

Warga lain yang juga berada di kawasan pantai mengungkapkan hal senada.

Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Daerah seolah tidak memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Yang terlihat di pantai ini cuma gardu dan musala. Kalau katanya ada pembangunan wisata, kami belum lihat hasilnya,” ujarnya.

Padahal, dalam keterangan resmi yang beredar, Bupati Sumenep menegaskan bahwa bantuan keuangan tersebut merupakan bagian dari program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi wisata desa.

Namun, kata warga yang enggan disebutkan namanya, fakta di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar.

Hingga kini, masyarakat belum melihat adanya perubahan signifikan di kawasan wisata Badur.

Kondisi pantai masih seperti sebelumnya, tanpa adanya infrastruktur tambahan yang mendukung pengembangan wisata.

“Dari dulu sampai sekarang, wisata Badur begitu-begitu saja. Pengelolaannya stagnan, tidak ada kemajuan berarti,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, dari pantauan langsung tim News9.id di lokasi juga memperlihatkan kondisi serupa.

Tidak tampak aktivitas pembangunan baru yang menandakan realisasi bantuan tersebut.

Masyarakat berharap, penggunaan dana bantuan bisa dilakukan secara transparan dan terbuka, agar pengelolaan wisata Badur benar-benar bisa berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar.

“Kami berharap anggaran itu dibuka secara jelas kepada masyarakat. Supaya wisata Badur bisa maju dan tidak hanya jadi janji proyek di atas kertas,” tutup salah seorang tokoh pemuda setempat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Badur, Atnawi, belum memberikan tanggapan meski pesan konfirmasi yang dikirim tim News9.id melalui aplikasi WhatsApp menunjukkan tanda centang dua biru. ***

2

Exit mobile version