BeritaDaerah

BNNK Sumenep Gas Pol P4GN, Rehabilitasi Naik dan Sindikat 7 Kg Narkoba Dibungkam

152
×

BNNK Sumenep Gas Pol P4GN, Rehabilitasi Naik dan Sindikat 7 Kg Narkoba Dibungkam

Sebarkan artikel ini
BNNK Sumenep Gas Pol P4GN, Rehabilitasi Naik dan Sindikat 7 Kg Narkoba Dibungkam
FOTO: Wahyu Purnomo, SH, MH, (kanan), Kasubag Umum BNNK Sumenep, saat menggelar konferensi pers di Aula BNNK setempat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep tampil agresif sepanjang 2025 dengan menggenjot program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dua pendekatan utama pencegahan dan pemberantasan didorong maksimal untuk menahan laju peredaran narkotika di ujung timur Madura.

Kasubag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo, SH, MH, mengungkapkan bahwa bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) sepanjang tahun ini fokus menjalankan advokasi, penguatan informasi publik, serta edukasi langsung ke masyarakat.

“Program itu dirancang untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Kami mendorong partisipasi aktif komunitas dalam kampanye anti-narkotika,” tegas Wahyu dalam konferensi pers, Selasa (2/12/2025).

BNNK Sumenep mencatat capaian signifikan di sektor rehabilitasi dengan rincian layanan 2025 antara lain.

  1. Klinik Pratama BNNK Sumenep: Target 30, terealisasi 30 (rawat jalan)
  2. Puskesmas Dasuk: 0 pasien
  3. IBM Bintang Surya, Aengbaja Kenek: Target 5, terealisasi 5 (rawat jalan)
  4. IBM Tejar Elok, Ellak Laok: 2 rawat jalan
  5. IBM Sumber Brumbung, Bumbungan: 0 pasien

Total, BNNK Sumenep menargetkan 35 klien, namun berhasil menangani 37 rawat jalan dan 10 rawat inap, jauh melampaui proyeksi awal.

Meski kewenangan penyidikan kini ditarik ke BNN Provinsi, BNNK Sumenep tetap memainkan peran vital melalui aktivitas penyelidikan dan pemetaan jaringan.

Wahyu menegaskan bahwa bidang pemberantasan juga bertugas sebagai Sekretariat Tim Ases Terpadu.

“Target kami 10 klien, tapi realisasinya mencapai 46 klien. Ini menunjukkan betapa masifnya penanganan kasus selama 2025,” ujarnya.

Capaian paling mencolok adalah keberhasilan BNNK Sumenep bersama BNNP Jawa Timur menggagalkan penyelundupan 7 kilogram narkotika di Tol Sidoarjo sekira Agustus lalu salah satu operasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah meningkatnya jumlah layanan rehabilitasi, BNNK Sumenep menegaskan bahwa ancaman narkoba tetap massif.

Karena itu, strategi dua jalur rehabilitasi dan penindakan harus terus berjalan agresif dan berkelanjutan.

Sementara itu, BNNK memastikan perang terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep tidak akan melambat.

“Operasi akan terus diperkuat, sementara masyarakat diimbau menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika,” pungkas Wahyu. ***

Tinggalkan Balasan