BeritaPemerintahan

Bupati Fauzi Ingatkan Keras: Dana Desa Harus Nyata Dirasa Warga, Bukan Sekadar Administrasi

90
×

Bupati Fauzi Ingatkan Keras: Dana Desa Harus Nyata Dirasa Warga, Bukan Sekadar Administrasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Fauzi Ingatkan Keras: Dana Desa Harus Nyata Dirasa Warga, Bukan Sekadar Administrasi
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, (kiri) saat menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kembali menyuarakan peringatan tegas kepada seluruh pemerintah desa agar tidak main-main dalam mengelola keuangan desa.

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025, yang digelar di Kantor Bupati pada Jumat (14/11/2025).

Fauzi menekankan bahwa pengelolaan Dana Desa (DD) bukan sekadar proses administratif atau penyusunan laporan tahunan, tetapi bagaimana setiap rupiah benar-benar berwujud manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Keuangan desa bukan hanya soal administrasi dan laporan, tetapi mengenai dana itu benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” tegasnya.

Menurutnya, Dana Desa adalah instrumen strategis negara dalam mempercepat pembangunan di kawasan pedesaan.

Karena itu, integritas dan komitmen kepala desa menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berhenti sebagai slogan.

“Pembangunan desa adalah bagian penting dari pembangunan daerah secara keseluruhan. Untuk itu seluruh kepala desa harus bekerja dengan kolaborasi dan integritas tinggi,” ujarnya.

Bupati Fauzi meminta pemerintah desa memperkuat sinergi dengan Pemkab Sumenep dalam menyusun program yang benar-benar berpihak pada masyarakat mulai dari pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas hidup warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus melakukan pendampingan agar pengelolaan Dana Desa tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak langsung.

“Melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan desa akan bergerak menuju arah yang lebih maju, inovatif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fauzi juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pemerintahan desa.

Pemanfaatan teknologi dinilai sebagai langkah vital untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan akurasi administrasi, hingga memperkuat transparansi anggaran.

Desa yang adaptif terhadap teknologi disebut akan lebih mudah menghadirkan inovasi mulai dari perencanaan, monitoring pembangunan, hingga publikasi informasi untuk masyarakat.

“Teknologi itu untuk menciptakan tata kelola desa yang modern, terbuka, dan akuntabel. Kepala desa harus berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan desanya,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>