SUMENEP, NEWS9 – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengapresiasi e-book yang berjudul “YUDI THE CONNECTOR” karya Aziz Holis merupakan sebuah buku yang sangat inspiratif, penuh motivasi, dan layak dibaca oleh seluruh kalangan.
Bupati mengatakan, keunikan buku itu terletak pada tawaran pendekatannya yang cukup “nyentrik”, meraih kebahagiaan dan impian dengan konsep “kebaikan sebagai pusat energi”.
“Buku ini dirancang dengan gagasan besar menyatukan konsep, dalam istilah agama – ‘hablum minannas’ (relasi antar manusia) dengan prinsip luhur bahwa amal salih dapat melahirkan efek kebaikan yang ditanam akan tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan hidup yang dahsyat,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menerangkan, buku tersebut mengajarkan prinsip hidup bermakna, bahwa kebaikan yang dilakukan secara konsisten atau istiqomah mampu membuka peluang, memperkuat jejaring sosial, dan menjadi jalan menuju kebahagiaan sejati.
“Yang menarik, buku ini menggali energi besar dari pesan agama ‘khoirunnasi anfa ‘uhum linnas’ (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama). Dan untuk pembaca yang baik, apabila anda ingin menciptakan perubahan besar dalam hidup, jadikan pesan-pesan dalam buku ini sebagai energi positif,” tambahnya.
Hal itu diamini oleh Yudi Ananta selaku Inspirator / Narasumber e-book “Yudi The Connector” yang menyambut positif dan mengaku bangga buku kedua nya ini diparesiasi oleh Bapak Bupati Sumenep.
“Terima kasih banyak saya haturkan pada Bapak Bupati Sumenep yang masih menyempatkan waktu untuk mereview buku ‘Yudi The Connector’ di sela-sela kesibukan beliau. Apresiasi ini akan menjadi motivasi diri untuk berkarya lebih baik lagi bagi masyarakat Kabupaten Sumenep,” terangnya.
Pria yang dikenal sebagai “Pencetus Hari Sales Sedunia” dan Founder Komunitas Tabur Baik ini berharap buku kedua nya ini bisa bermanfaat bagi sesama tanpa terkecuali terutama generasi muda.
Menurutnya, budaya “Kebaikan Sebagai Hobi” harus ditanamkan sejak dini pada anak baik di lingkungan rumah, maupun sekolah karena selain bisa memupuk empati untuk bisa saling tolong-menolong, juga akan menciptakan kondisi ramah anak tanpa adanya bullying.
Sementara itu Aziz Holis, sang penulis buku “Yudi The Connector” menambahkan, buku ini bukan sekadar bacaan bisnis biasa. Di dalamnya ada semangat sinergi dan ‘coopetition’ yang sangat relevan untuk kemajuan UMKM Sumenep.
“Penulis berhasil membedah bahwa kunci kemajuan para pelaku usaha bukan hanya pada modal, tapi pada kekuatan koneksi dan manajemen energi manusia. Strategi bisnis yang menggabungkan kerja sama dan persaingan sangat penting dilakukan agar bisa mencapai profit atau keuntungan bersama,” ujarnya. ***
