BeritaDaerah

Dikukuhkan di Kampung Halaman, H. Toha Ingin Madas Kembali ke Akar

245
×

Dikukuhkan di Kampung Halaman, H. Toha Ingin Madas Kembali ke Akar

Sebarkan artikel ini
Dikukuhkan di Kampung Halaman, H. Toha Ingin Madas Kembali ke Akar
FOTO: Pengukuhan Ketua Umum Madura Asli Daerah Anak Serumpun (MADAS), H. Muhammad Toha, S.H., M.H., @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Ketua Umum Madura Asli Daerah Anak Serumpun (MADAS), H. Muhammad Toha, S.H., M.H., resmi dikukuhkan dalam acara silaturahmi dan halal bihalal yang digelar di Gedung Holifah Sampang Water Park (SWP), Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang.

Kegiatan ini dihadiri ribuan anggota Madas dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (28/3).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus ajang mempererat kebersamaan warga Madura, baik di perantauan maupun di kampung halaman.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan seni tarian tradisional tarian melati sato’or dan dug-dug walang sengit dari Desa Panggung, Sampang, yang menyambut kedatangan tamu undangan.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, antara lain Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolres Sampang dan Dandim 0828, tokoh masyarakat, alim ulama, serta pengurus Madas dari tingkat DPD, DPC, hingga DPAC se-Indonesia.

Hadir pula Ketua Umum Madas Nusantara, Ketua Umum Madas sedarah serta Ketua DPC Madas Sampang Umar Faruq dan anggota, serta keluarga almarhum H. Berlian sebagai pendiri Madas.

Dalam sambutannya, H. Toha menegaskan pentingnya menjaga nilai perjuangan organisasi dengan tetap memperhatikan keluarga pendiri, khususnya anak-anak almarhum H. Berlian.

Ia mengajak seluruh anggota untuk terus mendukung dan tidak melupakan jasa pendiri Madas.

“Pengukuhan ini kami laksanakan di Madura sebagai bentuk kembali ke akar dan kampung halaman, meskipun secara administratif Madas berkedudukan di Jakarta,” ujar Toha.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengajak seluruh elemen Madas untuk bersatu dan berkontribusi dalam pembangunan, baik di daerah asal maupun di perantauan.

Ia menilai pentingnya soliditas organisasi di tengah dinamika yang sempat memecah Madas menjadi beberapa kelompok.

“Kami berharap Madas kembali bersatu, memperkuat kebersamaan, serta berperan aktif dalam pembangunan di sektor ekonomi. Jika Madas bersatu Saya siap dukung pemikiran, tenaga, maupun finansial,” katanya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadinya bersama H. Toha saat di perantauan yang sempat diwarnai perbedaan, namun akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

Hal itu, menurut aba idi , menjadi contoh bahwa persatuan dapat dibangun melalui komunikasi dan kebersamaan.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera pusaka Madas kepada H. Toha sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 oleh Sekretaris Umum Abdul Kadir, dilanjutkan yel-yel organisasi dan ramah tamah antaranggota.

Secara kelembagaan, Madas juga telah memperoleh pengesahan perubahan anggaran dasar melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0002136.AH.01.08 Tahun 2025 tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan MADAS yang ditetapkan pada 21 November 2025 di Jakarta.

Dengan pengukuhan ini, Madas diharapkan semakin solid sebagai wadah persatuan masyarakat Madura serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. ***

Tinggalkan Balasan

>