SAMPANG, NEWS9 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap empat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Tambelangan pada Kamis (11/6).
Langkah ini bertujuan memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel, mengingat total penyertaan modal dari keempat desa mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Empat BUMDes yang menjadi sampel evaluasi meliputi BUMDes Putra Wijaya (Desa Somber), BUMDes Karang Jaya (Desa Karanganyar), BUMDes Sukses Mandiri (Desa Batorasang), dan BUMDes Mitra Sejahtera (Desa Tambelangan).
Berdasarkan data OMSPAN Kemenkeu penyertaan modal keempat BUMDes pada tahun 2025 cukup signifikan. Desa Batorasang memuncaki daftar dengan Rp290 juta, disusul Desa Karanganyar Rp273,626 juta, Desa Somber Rp250,72 juta, dan Desa Tambelangan Rp209,4 juta.
Kasubag Umum DPMD Sampang, Subaidah, S.Sos., M.M. menjelaskan bahwa timnya bertindak sebagai pembina, fasilitator, sekaligus evaluator.
Peninjauan mencakup aspek administrasi, tata kelola kelembagaan, hingga perkembangan unit usaha masing-masing BUMDes.
“Kami mengambil sampel empat desa per kecamatan karena keterbatasan waktu dan personel. Monev ini bukan hanya soal SPJ, tetapi pembinaan agar pengelolaan usaha lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Subaidah saat sesi wawancara usai kegiatan moniv.
Subaidah mengungkapkan bahwa seluruh temuan dari kegiatan ini akan dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Sampang guna dilakukan audit dan pemeriksaan lebih lanjut atas tata kelola BUMDes.
“Hasil moniv ini kami teruskan ke inspektorat,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Tambelangan, Achmad Fariji, menyampaikan bahwa hasil monitoring tim DPMD menunjukkan pengelolaan BUMDes di wilayahnya berjalan cukup baik dan sesuai rencana usaha yang telah disusun.
“Hasilnya dari tim moniv DPMD, bagus sesuai rencana BUMDes,” ungkap Fariji.
DPMD berharap evaluasi berkala ini mendorong keseragaman administrasi, transparansi keuangan, serta memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal demi kesejahteraan masyarakat desa. ***
