SUMENEP, NEWS9 – Proses rekrutmen Direktur PT Wira Usaha Sumekar (WUS) tengah menjadi sorotan tajam DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Anggota Komisi II DPRD, Rasidi, menegaskan bahwa pemilihan direktur BUMD tersebut harus benar-benar selektif, dengan mempertimbangkan visi dan kapasitas calon dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau PAD PT WUS masih nol, berarti rekrutmen ini percuma, tidak ada gunanya,” ujar Rasidi saat ditemui di ruang Komisi II DPRD Sumenep, Rabu (16/4/2025).
Politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, proses seleksi jangan sekadar formalitas.
Menurutnya, harus ada target kinerja konkret yang ditetapkan sejak awal, agar PT WUS benar-benar menjadi lokomotif ekonomi daerah, bukan sekadar beban anggaran.
“Direktur terpilih nanti tidak boleh hanya duduk manis. Harus ada kontribusi nyata untuk daerah. Kalau tidak, untuk apa rekrutmen ini dilakukan?” tegas Rasidi.
Selama ini, lanjutnya, kontribusi PT WUS terhadap PAD sangat minim, bahkan nyaris tak ada.
Ia mendesak pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam menentukan sosok yang akan memimpin perusahaan plat merah itu ke depan.
“Pemkab harus pilih figur yang punya visi dan rencana bisnis yang jelas. Jangan asal tunjuk,” tegasnya lagi.
Rasidi juga menekankan perlunya indikator kinerja yang terukur agar direktur terpilih dapat dievaluasi secara objektif.
Ia meminta tim seleksi tidak kompromi dan menjaga integritas dalam setiap tahapan seleksi.
“Kami di DPRD akan mengawasi proses ini dengan ketat, demi kepentingan masyarakat. Jangan sampai BUMD hanya jadi tempat singgah tanpa kontribusi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Rasidi mendorong pembenahan menyeluruh terhadap seluruh BUMD di Sumenep agar tidak terus bergantung pada penyertaan modal dari APBD.
“Kalau dikelola secara profesional, PT WUS seharusnya bisa menopang PAD secara signifikan. Ini butuh leadership yang kuat dan kompetitif,” tandasnya.
Diketahui, terdapat lima calon direktur PT WUS yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, yakni Ir. A. Fajar Hariz, Hendry Eka Haryani, Ahmad Halili, Ainur Rafiq Amrullah, dan Kusairi.
Mereka dijadwalkan mengikuti Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) di Universitas Merdeka (UNMER) Malang dalam waktu dekat. ***









