BeritaPeristiwa

Dua Versi, Satu Polemik: Kasus Dugaan Pelecehan di UNIBA Madura

827
Foto: (Ilustrasi) Pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswi dan seniornya di UNIBA Madura, @by_News9.id
Foto: (Ilustrasi) Pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswi dan seniornya di UNIBA Madura, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswi dan seniornya di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus menjadi sorotan.

Laporan mahasiswi berinisial LL ke Polres Sumenep memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat, terutama setelah muncul pengakuan berbeda dari terlapor, YP, serta temuan terbaru dari pihak kampus.

Kejadian tersebut memunculkan banyak pertanyaan, bagaimana insiden itu bermula? Apa langkah yang akan diambil pihak kampus dan kepolisian?

LL melaporkan dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada Jumat, 23 Agustus 2024, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam keterangannya kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep, LL mengungkapkan kronologi kejadian.

Menurut LL, peristiwa bermula saat ia diajak bertemu oleh YP di Taman Tajamara untuk membahas organisasi.

Namun, setelah pertemuan tersebut, YP mengajaknya ke kos di Jalan Jokotole, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, dengan alasan mengambil barang.

“Awalnya saya menolak, tetapi dia terus memaksa hingga akhirnya saya mengikutinya,” ujar LL.

Di kos tersebut, LL mengaku dipaksa masuk dan mengalami perlakuan yang membuatnya merasa dilecehkan.

“Saat di dalam, dia mendekati saya, bersandar di bahu kiri saya, dan saat saya hendak keluar, dia mengunci pintu, memegang bahu saya, dan mencium kening saya. Saya segera mendorong tubuhnya dan pergi,” jelasnya.

LL menambahkan bahwa kejadian tersebut membuatnya mengalami trauma mendalam.

Ia berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap terlapor.

Berbeda dengan pengakuan LL, YP memberikan klarifikasi yang mematahkan beberapa pernyataan mahasiswi tersebut.

Di sisi lain, pihak kampus juga melakukan investigasi internal dan menemukan fakta baru terkait inisial yang beredar.

Namun, hingga kini, pernyataan resmi kampus belum mengungkap secara detail temuan tersebut.

Pihak kampus menyatakan akan bersikap tegas jika ditemukan pelanggaran etik oleh oknum mahasiswa.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang mencoreng nama baik kampus,” ujar perwakilan UNIBA.

Sementara itu, Polres Sumenep mengonfirmasi bahwa laporan LL sudah diterima dan tengah dalam proses penyelidikan.

“Kami akan memastikan penyelidikan berjalan adil dan sesuai prosedur hukum,” ujar pihak kepolisian. ***

Exit mobile version