BeritaOlahraga

Gaya Nekat Veda Ega Pratama Jadi Sorotan, Siap Uji Nyali di Tiga Seri Eropa

22
FOTO: "Travis Pastrana Moto3", julukan unik Veda Ega Pratama di paddock Honda Team Asia. @by_News9.id

SPORTNEWS9 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mendapat julukan unik di paddock Honda Team Asia “Travis Pastrana Moto3”.

Label itu mencerminkan gaya balapnya yang berani, agresif, dan kerap berada di batas risiko.

Julukan tersebut diungkapkan oleh pengamat sekaligus komentator MotoGP, Matteo Guerinoni.

Ia menyebut, di lingkungan paddock, Veda kerap dipanggil “Travis Pastrana” oleh rekan-rekannya.

Nama itu merujuk pada Travis Pastrana, sosok ikonik di dunia motorsport ekstrem yang dikenal dengan aksi nekat tanpa kompromi.

“Pastrana dikenal dengan gaya tanpa rasa takut, seolah tidak ada hari esok,” ujar Matteo dalam podcast MotoGP.

Gaya tersebut kini melekat pada Veda. Di lintasan Moto3, ia tampil berani mengambil racing line ekstrem, melakukan overtaking di tikungan sempit, hingga melesat dari posisi belakang secara dramatis.

Performa Veda dalam beberapa seri terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.

Ia tampil lebih kompetitif dibanding awal musim dan semakin dipercaya tim dalam strategi balapan penting.

Namun, gaya agresif itu juga memunculkan kekhawatiran.

Sejumlah pihak di paddock menilai pendekatan tersebut memiliki risiko tinggi, terutama dalam kompetisi seketat Moto3 yang terkenal dengan selisih waktu tipis antar pembalap.

Agresivitas memang bisa menjadi pembeda, tetapi tanpa kontrol, potensi crash tetap mengintai.

Konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi tantangan utama bagi Veda musim ini.

Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari tim terkait perubahan gaya balapnya.

Memasuki Mei 2026, Veda akan menghadapi tiga seri krusial di Eropa yang bisa menjadi titik balik musimnya.

Berikut jadwal tampil Veda Ega Pratama:

10 Mei 2026: GP Prancis – Sirkuit Bugatti Le Mans

17 Mei 2026: GP Catalunya – Sirkuit Barcelona-Catalunya

31 Mei 2026: GP Italia – Sirkuit Mugello

Sementara itu, pengalaman Veda di ajang junior seperti Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP World Championship menjadi modal penting.

Bahkan, ia pernah tampil gemilang di Mugello dengan menyapu dua kemenangan pada musim 2025.

Dari empat seri awal musim 2026, Veda telah mengoleksi 37 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara.

Tren positif itu membuka peluang untuk menembus lima besar, bahkan meraih podium jika mampu menjaga konsistensi.

“Tantangan terbesar bukan hanya cepat, tapi juga menyelesaikan balapan dan menghindari kesalahan,” tambah Matteo.

Julukan “Travis Pastrana Moto3” kini bukan sekadar candaan tapi menjadi simbol potensi besar sekaligus pengingat bahwa keberanian harus diimbangi dengan kendali.

“Jika mampu menemukan keseimbangan itu, Veda Ega Pratama berpeluang melesat lebih jauh di panggung dunia,” tutupnya. ***

Exit mobile version