BeritaPemerintahan

Kades Lobuk Apresiasi Kemah Hijau DLH Sumenep, Edukasi Lingkungan Tak Sekadar Seremoni

150
×

Kades Lobuk Apresiasi Kemah Hijau DLH Sumenep, Edukasi Lingkungan Tak Sekadar Seremoni

Sebarkan artikel ini
Kades Lobuk Apresiasi Kemah Hijau DLH Sumenep, Edukasi Lingkungan Tak Sekadar Seremoni
FOTO: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, saat membuka kemah hijau bersama berbagai elemen pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, SMA, SMP hingga sederajat, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Kemah Hijau sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 13–14 Desember 2025, di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Kemah Hijau tidak berhenti pada agenda simbolik.

DLH Sumenep memusatkan kegiatan pada aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari bersih-bersih pantai, edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Edukasi lingkungan disampaikan langsung oleh tim DLH Kabupaten Sumenep bersama DLH Provinsi Jawa Timur.

Peserta dibekali pemahaman tentang dampak sampah terhadap ekosistem laut serta pentingnya perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga.

Kegiatan itu melibatkan berbagai elemen pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, SMA, SMP hingga sederajat, sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, menegaskan bahwa Kemah Hijau dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan keterlibatan generasi muda agar pelestarian alam benar-benar berjalan,” tegas Anwar Syahroni.

Ia menambahkan, penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga garis pantai dari abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pesisir yang selama ini rentan terhadap kerusakan.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat menjadi gerakan berkelanjutan dan memantik kepedulian masyarakat luas terhadap krisis lingkungan yang kian nyata,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh, S.Pd.I., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kemah Hijau yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep di Pantai Matahari.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi atas seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan DLH Sumenep. Ini bukan sekadar acara, tetapi edukasi nyata bagi masyarakat dan generasi muda,” ujar Moh. Saleh.

Ia menilai, aksi bersih pantai, edukasi pengelolaan sampah, hingga penanaman mangrove menjadi langkah konkret dalam menjaga ekosistem laut dan mencegah kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Desa Lobuk.

Moh. Saleh berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan masyarakat desa secara lebih luas, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“Kami berharap program seperti ini bisa berkesinambungan dan menjadi budaya bersama. Lingkungan bersih adalah tanggung jawab kolektif,” tegasnya.

Pemerintah Desa Lobuk, lanjutnya, siap bersinergi dengan DLH Sumenep dan berbagai pihak dalam mendukung program pelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir. ***

Tinggalkan Balasan

>