SUMENEP, NEWS9 – Kurangnya sosialisasi dan pengelolaan kebersihan dari tingkat desa serta pihak Kecamatan Kalianget kembali menjadi perhatian.
Tumpukan sampah terlihat berserakan di area Pelabuhan Cinta (Pelra), memicu keluhan warga sekitar.
Masyarakat mempertanyakan alokasi Dana Desa (DD) yang seharusnya dapat digunakan untuk penanganan kebersihan.
Sebagai kecamatan transit, Kalianget memegang peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun kondisi saat ini justru menunjukkan sebaliknya.
Warga setempat mengapresiasi langkah Bupati Sumenep yang peduli terhadap isu kebersihan, termasuk pengelolaan sampah.
Namun, di sisi lain, masih ditemukan tumpukan sampah di belakang kantor Kecamatan Kalianget, yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.
“Kami mengapresiasi perhatian Bupati terhadap kebersihan, tetapi tolong diperhatikan juga kondisi di belakang kantor Kecamatan Kalianget. Sampah menumpuk, padahal lokasi ini dekat dengan sekolah,” ujar seorang warga kepada News9.id, Selasa (25/3/2025).
Ironisnya, Kepala Desa Kalianget Timur dan petugas kecamatan seolah hanya menjadi penonton tanpa ada tindakan konkret dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Tumpukan sampah itu berada tepat di belakang kantor Kecamatan Kalianget, dekat dengan akses masuk ke PLBH PT Pelindo.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 15 Tahun 2025 mengenai pengendalian sampah selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.
SE tersebut bertujuan untuk meningkatkan komitmen dalam pengurangan serta pengelolaan sampah guna menekan volume limbah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bupati juga mengimbau seluruh Kepala OPD, BUMN/BUMD, camat, lurah, kepala desa, hingga masyarakat luas agar lebih aktif dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah selama Lebaran.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya titik-titik yang belum tersentuh kebijakan tersebut, termasuk di Kecamatan Kalianget.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan. ***
