SAMPANG, NEWS9 – Janji kompensasi dari Kepala SPPG Yayasan Darunnajah, Desa Jungkarang, menuai sorotan tajam.
Ketua Pusat Perwakilan Cabang (PPC) Pemuda Indonesia Jaya (PIJ) Kabupaten Sampang, Zainal Abidin, menilai pemberian makanan kering yang disebut sebagai kompensasi itu tidak layak dan berpotensi merugikan negara.
Kepada wartawan, Jumat, (26/9), Zainal Abidin mengungkapkan isi kompensasi yang dibagikan sehari sebelumnya, Kamis, (25/9).
Paket yang diklaim memenuhi standar gizi tersebut ternyata hanya berisi dua bungkus kecil biskuit Roma dan satu kotak susu Indomilk. Jika diuangkan, kata dia, nilainya tak sampai Rp10 ribu.
“Bagaimana mungkin kompensasi dengan nilai sekecil itu bisa dianggap memenuhi standar gizi? Ini jelas menguntungkan penyedia dapur, bukan masyarakat,” ujar Zainal.
Menurutnya, praktik semacam ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut penggunaan keuangan negara.
Ia menilai lemahnya pengawasan di dapur penyedia menjadi pintu masuk terjadinya penyimpangan.
Aktivis Sampang tersebut mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan.
“Kasus ini harus diusut tuntas agar ada efek jera bagi penyedia nakal yang hanya mencari untung tanpa memperhatikan hak penerima kompensasi,” punkasnya.
Di beritakan sebelumnya Rabu (24/9). Ratusan Siswa di berbagai lembaga pendidikan di Dusun Airmata Desa Jungkarang Kecamatan Jrengik Sampang, tidak mendapatkan jatah makan dari Dapur Yayasan Darunnajah, hingga jam pulang sekolah pada senin (22/9).
“Anak-anak kami kecewa, sudah menunggu sampai jam 12 siang tapi tidak ada makanan yang datang,” ujar seorang wali murid yang enggan disebut namanya. ***
