LUMAJANG, NEWS9 – Petani Tebu kabupaten Lumajang bersama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan mulai melakukan uji coba bibit tebu unggulan varietas PSKA di beberapa lahan pertanian di wilayah Lumajang.
Uji coba kali ini dilakukan di lahan tebu desa Banyuputih Lor, kecamatan Randuagung, sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan terhadap hama serta iklim ekstrem, Kamis (31/07/2025).
Varietas PSKA (Pusat Studi Kemitraan Agribisnis) dikenal memiliki keunggulan dalam hal rendemen gula yang tinggi, pertumbuhan cepat, serta ketahanan terhadap penyakit utama tebu seperti Luka Api.
Uji coba itu diharapkan dapat menjadi solusi untuk menurunkan ketergantungan petani pada varietas lama yang mulai menurun produktivitasnya.
PSKA itu merupakan salah satu varietas tebu hasil persilangan dari Policros BT 1323, unggul dalam rendemen di atas sepuluh.
Dikatakan Wiwid dari Riset Perkebunan Nusantara (RPN) P3GI Pasuruan saat diwawancarai awak media mengungkapkan, bahwa varietas PSKA 942 cocok ditanam di pola A, protasnya termasuk tinggi bisa mencapai kurang lebih 100 ton perhektar.
“Merupakan protas cukup tinggi, rendemennya juga lumayan tinggi. Ini pelepasan tahun 2020, pengusulnya P3GI Bonagung PTPN X – Xl,” ujar Wiwid.
“PSKA merupakan salah satu varietas tebu hasil persilangan terbaru yang sudah melalui tahap penelitian intensif. Ini masih tahap pengembangan, rencananya nanti akan dikembangkan di beberapa wilayah. Keunggulan varietas ini rendemennya plus minus bisa mencapai 10 sampai 12an, perawatannya sama yang penting kalau tebu itu disiplin. Saatnya pupuk ya pupuknya harus tepat waktu. Karena pupuk terlambat efeknya nanti juga berakibat menurunnya protas, saat dia mau masak itu juga harus sesuai dengan iklimnya,” ungkapnya.
Ditambahkan Wiwid, bahwa varietas tersebut anakannya bisa 3 sampai 5. Itu dihitung rata-rata, potensinya juga ada yang sampai delapan.
Kedatangan tim P3GI hari adalah jadwal kontrol bibit tebu tersebut yang sudah ditanam, dan rencananya dari lahan ini nantinya akan dikembangkan. Kali ini di lahan tebu wilayah H Budi Susilo tokoh petani tebu desa Banyuputih Lor. ***













>