BeritaPeristiwa

Pasca Kerja Bhakti, Warga Bangunsari Digegerkan Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai

53
Pasca Kerja Bhakti, Warga Bangunsari Digegerkan Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai
FOTO: Seekor ular piton yang berhasil ditangkap warga di area bantaran sungai. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Upaya antisipatif yang dilakukan warga empat RT di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, melalui kegiatan kerja bhakti pada Jumat (15/05/2026), rupanya bukan tanpa alasan.

Selang dua hari setelah kegiatan tersebut, masyarakat kembali digegerkan dengan munculnya seekor ular piton di area bantaran sungai RT.17 pada Minggu (17/05/2026).

Ular piton tersebut pertama kali ditemukan oleh P. Ji, warga setempat yang saat itu hendak mengarit rumput untuk pakan ternaknya di sekitar pinggir kali yang sebelumnya menjadi lokasi kerja bhakti warga.

Keberadaan ular berukuran cukup besar itu sontak membuat warga sekitar berdatangan untuk membantu proses penangkapan demi menjaga keselamatan lingkungan.

Kemunculan ular piton tersebut sekaligus memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait kondisi bantaran sungai yang masih dipenuhi semak belukar dan menjadi habitat potensial bagi satwa liar, khususnya ular.

Sebelumnya, warga RT 12, RT 13, RT 14, dan RT 17 telah bergotong royong membersihkan area sekitar sungai sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman kemunculan ular piton yang mulai meresahkan warga.

Sutar Robet, salah seorang warga, mengaku merasa lega dan bersyukur setelah ular piton tersebut berhasil ditangkap warga.

Menurutnya, keberadaan ular di lingkungan permukiman sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak maupun warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

“Kami sangat senang ular itu berhasil ditangkap. Keberadaannya cukup meresahkan dan berbahaya bagi warga sekitar,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Warga berharap pemerintah kelurahan bersama masyarakat terus melakukan pemantauan dan pembersihan rutin di kawasan bantaran sungai guna meminimalisir potensi munculnya satwa liar yang membahayakan keselamatan warga. ***

Exit mobile version