Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Penangakapan Oknum Ketua LSM dan ASN Pesanan? – News 9
BeritaHukrim

Penangakapan Oknum Ketua LSM dan ASN Pesanan?

474
Foto: (istimewa) Asmuni, Tokoh pemuda Sumenep. @by_News9.id
Foto: (istimewa) Asmuni, Tokoh pemuda Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Terus memanas di antara obrolan Aktivis, Lawyer, anggota LSM, jurnalis, dan kalangan masyarakat, terkait penangkapan oknum LSM dan ASN oleh Polres Sumenep, 25 Mei 2025.

Penangkapan itu lantaran oknum tersebut ditengarai melakukan pemerasan, terkesan blunder dan hanya penangkapan sesuai pesanan.

Opini publik kian menjadi-jadi, atas penangkapan dua oknum itu, apakah murni Operasi Tangkap Tangan (OTT)? Apakah penangkapan karena ada laporan pemerasan? Atau itu jebakan?.

Pertama, ketika berbicara terkait OTT, kenapa hanya dua oknum saja yang ditangkap? Kenapa kades yang memberikan sejumlah uang tidak ikut di tangkap, dan ditetapkan sebagai tersangka?.

Bukankah hukum memiliki asas equality before the law, semua sama dimata hukum.

Kedua, apakah penangkapan tersebut berdasarkan laporan pemerasan sebelumnya? kini publik juga dibuat bingung alang kepalang.

Saat konfrensi pers kemaren, media Angkat Berita mencoba menanyakan, apakah dasar penangkapan berdasarkan adanya laporan sebelumnya?

“Iya sebelum penangkapan sudah ada laporan,” jawab Kasat Reskrim AKP Agus Rusdianto.

Jika memang berdasarkan laporan, apakah sebelumnya pihak pelapor dan terlapor sudah dilakukan pemeriksaan dan bisa tunjukkan LP-nya?.

Pihak Polres Sumenep tidak bisa menunjukkan LP dan tidak memberikan keterangan, terutama terkait waktu pemeriksaan pelapor atas laporannya.

Berdasarkan video yang beredar saat polres melakukan penangkapan (25/05/25) sekitar pukul 16:00 WIB, terlapor masih menanyakan, “Apa ini dulu Pak?” Kesejumlah anggota polisi yang menggelandang.

Sampean menjebak saya, apa salah saya ke sampean Pak?” tanya terlapor ke salah satu orang berbaju merah yang diduga suami dari Kepala Desa Batang-Batang Daya.

Dengan nada terlapor sperti itu, memantik respon publik, bahwasannya terlapor masih belum dilakukan pemeriksaan sebelumnya.

Lalu apa dasar penangkapan yang di tuangkan dalam sprint yang ditunjukkan terhadap terlapor yang saat ini sudah menjadi tersangka?. Itulah yang masih menjadi teka teki saat ini.

Ketiga apakah ini jebakan? Tidak adanya transparansi dan terkesan ditutup-tutupi oleh pihak polres, membuat publik menduga kalau penangkapan itu adalah jebakan, yaitu kongkalikong antara pihak kepolisian dan kepala desa.

Jika ada laporan sebelumnya dari pihak Kades Batang Batang Daya, kenapa dalam videi itu masih bertanya, “Sampeyan dari mana ini Pak?“. Itu menunjukkan kebingungan dengan adanya penangkapan.

Tak heran kalau publik menduga, penangkapan oleh penegak hukum itu merupakan pesanan dengan modus jebakan. ***

2

Exit mobile version