BeritaPeristiwa

Pengecer LPG di Sumenep Diduga Jual di Atas HET, Warga: Kami Curiga Ada Penimbunan

365
FOTO: Salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep yang juga diduga menimbun LPG 3kg. @by_News9.id
FOTO: Salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep yang juga diduga menimbun LPG 3kg. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan penjualan gas LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kembali mencuat di Sumenep.

Kali ini, praktik curang tersebut terjadi di salah satu warung kelontong di wilayah Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Temuan tersebut disampaikan langsung oleh Sultan Abdurahman, seorang warga setempat pada Jumat, 13 Juni 2025.

Menurutnya, pengecer menjual LPG melon dengan harga Rp25.000 per tabung, jauh di atas HET resmi yang hanya Rp18.000.

“Pengecernya tidak mencantumkan harga, menjual mahal, dan tidak memberikan nota. Ini sudah merugikan masyarakat kecil,” ujarnya kepada News9.id, Minggu (15/6/2025) malam.

Sultan juga mengungkapkan adanya indikasi permainan harga dan potensi penimbunan.

Bahkan, warga yang ingin membeli kerap ditolak dengan alasan stok habis, namun tabung justru diberikan kepada pembeli tertentu dengan harga tinggi.

“Sudah banyak warga yang mengeluh, tapi takut melapor. Pembeli baru sering dibilang kosong, padahal tabung ada. Kami menduga ini akal-akalan pengecer demi meraup untung besar,” tambahnya.

Sebagai bukti, Sultan menyertakan foto lokasi pengecer yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, serta aparat penegak hukum, segera melakukan sidak dan menindak tegas oknum yang bermain harga.

“Jangan biarkan masyarakat kecil terus jadi korban permainan seperti ini. Gas subsidi harusnya mudah diakses dan sesuai harga,” pungkasnya. ***

2

Exit mobile version