BeritaPendidikan

Perkuat Tata Kelola, STAI Az-Zain Ikuti Pelatihan SPMI dan AMI Kopertais IV

187
Perkuat Tata Kelola, STAI Az-Zain Ikuti Pelatihan SPMI dan AMI Kopertais IV
FOTO: Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Az-Zain Sampang saat mengikuti pelatihan Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) di Surabaya. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Az-Zain Sampang mengirimkan dua delegasi terbaiknya untuk mengikuti Pelatihan Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Konsorsium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Kopertais Wilayah 4 Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 19–21 Oktober 2025, bertempat di Halogen Hotel Airport Surabaya, Jl. Raya By Pass Juanda No. 18, Sedati Gede, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelatihan tersebut diikuti oleh para dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan pengelola LPM dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi sistem penjaminan mutu internal di lingkungan kampus, sejalan dengan dinamika regulasi pendidikan tinggi yang terus berkembang.

STAI Az-Zain Sampang menugaskan dua perwakilan, yakni Moh. Hamzah, M.H., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan, serta Zaipurrohman, M.Pd., selaku Ketua LPM.

Keduanya berperan aktif dalam berbagai sesi diskusi, workshop, dan simulasi audit mutu internal yang menjadi bagian dari rangkaian pelatihan tersebut.

Dalam wawancara bersama tim redaksi, Moh. Hamzah, M.H. menegaskan pentingnya pelatihan ini bagi penguatan tata kelola perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi perubahan kebijakan nasional terkait penjaminan mutu pendidikan.

“Kegiatan ini sangat penting, mengingat terdapat beberapa perubahan instrumen yang harus diimplementasikan oleh perguruan tinggi, mulai dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kemudian Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, hingga yang terbaru Peraturan Menteri Pendidikan, Riset, dan Inovasi Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Setiap perubahan menuntut adanya penyesuaian terhadap dokumen mutu, mekanisme pelaporan, serta strategi implementasi di tingkat institusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hamzah menambahkan bahwa pelatihan itu memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana SPMI dapat menjadi fondasi utama dalam peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran SPMI bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan wujud komitmen perguruan tinggi terhadap peningkatan mutu berkelanjutan.

Sementara itu, Zaipurrohman, M.Pd., sebagai Ketua LPM STAI Az-Zain Sampang, menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka ruang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat budaya mutu.

“Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis penyusunan dokumen SPMI dan mekanisme AMI, tetapi juga membangun jejaring kerja sama dengan LPM dari berbagai kampus di Jawa Timur. Sinergi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan akreditasi dan peningkatan kualitas institusional,” ujarnya.

Adapun kegiatan pelatihan ini dirancang secara sistematis melalui pemaparan materi oleh para ahli penjaminan mutu pendidikan tinggi, praktik penyusunan dokumen standar SPMI, serta simulasi pelaksanaan audit mutu internal.

Peserta juga diajak memahami integrasi antara SPMI dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang diatur oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) serta Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh perguruan tinggi peserta, termasuk STAI Az-Zain Sampang, dapat memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan dan mampu menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada outcome-based education (OBE) dan continuous quality improvement (CQI). ***

Exit mobile version