SAMPANG, NEWS9 – Senja belum benar-benar turun di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, mendadak gempar pada Minggu sore, (2/11).
Seorang pria tanpa identitas ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan setapak Dusun Prekedan, Desa Samaran.
Kondisi korban mengenaskan, mata tertutup kain, tangan terikat ke belakang, dan tubuhnya dipenuhi luka bacok.
Pelaksana Harian Kasihumas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan temuan tersebut.
Ia menuturkan, sekitar pukul 15.30, Polsek Tambelangan menerima laporan warga tentang penemuan seorang pria dalam keadaan kritis.
“Korban ditemukan masih hidup, namun dengan luka cukup parah di beberapa bagian tubuh. Anggota bersama warga segera mengevakuasi ke Puskesmas Tambelangan,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Namun upaya penyelamatan itu tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.03, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka sabetan senjata tajam di lengan kiri, perut, pipi kanan, leher, punggung, dan bahu.
“Identitas korban belum diketahui. Kami juga masih mendalami motif di balik penganiayaan ini,” kata Eko menambahkan.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Tim Inafis Polres Sampang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan sadis tersebut.
“Kami tidak mengenal korban. Tiba-tiba saja ada orang teriak, katanya ada laki-laki terikat dan berdarah di jalan setapak,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya geger dengan peristiwa itu.
Hingga kini, jasad korban masih berada di ruang forensik RSUD Sampang untuk proses identifikasi.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan misterius di wilayah Madura. ***













>