SAMPANG, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tak berjalan mulus di Kabupaten Sampang, Madura.
Pada Senin, (22/9), ratusan siswa di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, tak menerima jatah makanan yang dijanjikan pemerintah.
Sejumlah wali murid mengungkapkan, lebih dari 300 siswa dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs), di Dusun Airmata, Desa Jungkarang, terpaksa pulang tanpa menikmati menu bergizi.
“Anak-anak kami kecewa, sudah menunggu sampai jam 12 siang tapi tidak ada makanan yang datang,” ujar seorang wali murid yang enggan disebut namanya.
Padahal, menurut data yang dihimpun, dari sumber terpercaya, setidaknya 130 siswa TK, 70 siswa MTs, dan 100 lebih siswa SD di dusun tersebut tercatat sebagai penerima manfaat. Namun pada hari itu, distribusi makanan tak kunjung sampai ke sekolah-sekolah.
Diketahui kementerian Pendidikan bersama penyedia layanan MBG sebelumnya telah menegaskan, mitra penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terikat aturan ketat.
Jika lalai, mereka bisa dikenai sanksi mulai dari pemutusan kontrak hingga sanksi pidana.
Pemutusan kontrak bisa dilakukan kapan saja oleh sekolah, apabila makanan tidak sesuai standar atau distribusinya terlambat.
Bahkan, jika terbukti ada penyelewengan dana, penyedia dapat dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan atau Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dapur Darunnajah, penyedia MBG di Desa Jungkarang belum bisa dikonfirmasi. Akses ke dapur penyedia terbatas, dan upaya klarifikasi masih dilakukan.
Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan pemerintah dengan tujuan menekan angka stunting sekaligus meningkatkan gizi anak-anak sekolah.
Namun kasus di Sampang ini menambah catatan pelaksanaan program yang belum merata dan berpotensi merugikan siswa jika tidak diawasi dengan ketat. ***
