BeritaDaerah

Program MBG Segera Hadir di Sampang, Proses Finalisasi Masih Berlangsung

679
Foto: (ilustrasi) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). @by_News9.id
Foto: (ilustrasi) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dijadwalkan segera direalisasikan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Saat ini, tahapan persiapan terus dimatangkan, termasuk dengan telah diterbitkannya Surat Tugas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pengelola dapur program tersebut.

Informasi tersebut disampaikan oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0828 Sampang, Kapten Infanteri Thomas, mewakili Komandan Kodim Letkol Czi Suprobo Harjo Subroto, Selasa (20/5/25), dikutip dari Targethukum.com

Dalam keterangannya, Kapten Thomas menyebutkan bahwa kepala SPPG ditunjuk dari salah satu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan program Kementerian Pertahanan.

“Dua SPPI sudah ada di Sampang, keduanya berasal dari luar Jawa Timur. Sementara satu tambahan lainnya didatangkan dari Kabupaten Sumenep untuk memenuhi kebutuhan tiga personel sesuai ketentuan,” jelas Kapten Thomas saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Meski begitu, realisasi penuh program MBG belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya.

Kapten Thomas menjelaskan bahwa masih diperlukan penyempurnaan teknis dan administrasi sebelum pelaksanaan bisa dilakukan secara optimal.

“Tahap selanjutnya adalah memastikan kesiapan dua dapur yang telah direkomendasikan oleh BGN, yakni di Kecamatan Jrengik dan Ketapang. Standar dan kelayakan operasional masih terus difinalisasi,” ujarnya.

Menurut data sementara, dapur di Kecamatan Jrengik akan menjangkau sekitar 3.200 penerima manfaat, sementara dapur di Kecamatan Ketapang akan melayani 3.400 penerima.

Kedua dapur ini nantinya akan dikelola oleh tim SPPG yang mendapat dukungan tenaga ahli gizi dan akuntan dari BGN.

Terkait cakupan program, Kapten Thomas mengakui bahwa belum seluruh wilayah Sampang dapat terlayani dalam tahap awal ini. Untuk menjangkau seluruh kecamatan, dibutuhkan penambahan dapur serta proses administrasi tambahan yang harus melalui persetujuan BGN melalui SPPG sebagai perpanjangan tangan di daerah.

Sementara itu, proses pendataan dan validasi penerima manfaat telah dilakukan oleh tim SPPG melalui koordinasi dengan Kodim 0828 Sampang, Polres, dan unsur pemerintah daerah.

Data tersebut akan menjadi dasar penetapan oleh BGN untuk pelaksanaan tahap pertama program.

“Jika semua berjalan lancar, kami optimistis program ini akan segera bisa dinikmati masyarakat, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” pungkas Kapten Thomas. ***

2

Exit mobile version