SAMPANG, NEWS9 – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Minggu (4/1), menyebabkan banjir di sejumlah desa dengan ketinggian air bervariasi.
Meski demikian, BPBD Kabupaten Sampang memastikan kondisi masih terkendali dan tidak ada warga yang mengungsi.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Sampang per pukul 11.20 WIB, banjir terpantau menggenangi beberapa wilayah, antara lain Desa Pangilen dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter, Desa Banyumas mencapai 70 sentimeter, Desa Kamuning sekitar 40 sentimeter, serta Desa Panggung setinggi 30 sentimeter.
Genangan juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter, di antaranya Jalan Raya Panggung, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pemuda Satria.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Hozin menjelaskan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah hulu, sehingga debit air meningkat dan meluap ke kawasan permukiman warga.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan genangan masih bersifat sementara dan terus kami awasi secara intensif,” ujarnya.
Adapun jumlah warga terdampak tercatat ratusan kepala keluarga. Di Desa Pangilen, banjir berdampak pada Dusun Beben sebanyak 10 KK dan Dusun Raduy 20 KK.
Sementara di Desa Banyumas, banjir merendam Dusun Kajuk 55 KK, Dusun Lenteng 30 KK, Dusun Prajin 34 KK, dan Dusun Trogen 19 KK.
Sedangkan di Desa Kamuning, warga terdampak berada di Dusun Perreng 75 KK, Dusun Tiban 80 KK, dan Dusun Nandi 25 KK.
Sebagai langkah cepat, BPBD Kabupaten Sampang telah melakukan koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan kondisi banjir secara berkala, serta menyalurkan bantuan logistik ke Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak.
Seluruh perkembangan situasi juga telah dilaporkan kepada pimpinan daerah.
BPBD menegaskan, status Kabupaten Sampang saat ini berada pada level Siaga 2, dengan kondisi cuaca terpantau cerah dan tidak terdapat pengungsian.
Selain itu, berdasarkan alat Early Warning System (EWS), ketinggian air di wilayah hulu berada pada level normal di angka 4,20 meter.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tidak panik. BPBD bersama unsur terkait terus siaga dan siap melakukan penanganan apabila terjadi peningkatan debit air,” tutup Hozin. ***
