BeritaPeristiwa

Tewas Tanpa Luka, Misteri Kematian N di Rutan Sumenep

569
Tewas Tanpa Luka, Misteri Kematian N di Rutan Sumenep
FOTO: (Ilustrasi) Warga binaan Rutan Kelas II B Sumenep berinisial N, yang meninggal dunia. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Seorang warga binaan Rutan Kelas II B Sumenep berinisial N, asal Kecamatan Pragaan, meninggal dunia pada Rabu malam (20/11/2025).

Namun alih-alih mendapatkan kejelasan, keluarga justru disuguhi rangkaian kejanggalan yang membuat kematian N menjadi teka-teki besar.

N yang ditahan atas dugaan penyalahgunaan narkoba selama ini dikenal sehat tanpa riwayat penyakit serius.

Keluarga tak pernah menerima kabar adanya keluhan medis selama ia menjalani masa tahanan.

Namun pada suatu malam, pesan singkat dari Rutan menyebutkan bahwa N “tiba-tiba kritis”.

Keluarga bergegas menuju IGD RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, tetapi bukan N yang mereka temui melainkan Kepala Rutan dan sejumlah petugas.

Setelah didesak, barulah keluarga diberi tahu bahwa N telah meninggal dunia.

Pihak Rutan menyebut N meninggal akibat tersengat listrik, mengalami kejang-kejang, lalu tidak terselamatkan.

Lebih jauh, mereka mengklaim korban telah “dirawat” sebelum dibawa ke rumah sakit.

Namun pernyataan itu runtuh seketika. Seorang petugas lain justru mengungkap bahwa N bahkan belum menerima tindakan medis apa pun dari UGD.

Koordinasi yang semestinya menyelamatkan nyawa justru tampak tidak sinkron.

Keluarga semakin curiga setelah melihat jenazah N. Tidak ada luka bakar, lebam, atau tanda-tanda khas sengatan listrik. Tidak ada penjelasan medis. Tidak ada rekam penanganan.

Yang ada justru rentetan tanda tanya. Jika benar tersengat listrik, di mana luka masuk dan keluarnya arus? Instalasi listrik bagian mana yang fatal hingga mematikan?Mengapa keluarga baru diberi tahu saat semua sudah terlambat? Mengapa jenazah dipulangkan tanpa penjelasan lengkap?

Bagi keluarga, proses pemulangan jenazah terasa terburu-buru dan minim transparansi, seolah mereka harus menerima begitu saja tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rutan.

“Orang yang menjalani masa tahanan tetap punya hak untuk pulang dengan wajar, bukan dalam misteri yang menggantung,” tegas keluarga korban.

Mereka kini mempertimbangkan pelaporan resmi agar penyebab kematian N dibuka secara terang dan tidak hanya disimpulkan sepihak oleh pihak rutan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih belum memperoleh klarifikasi apa pun dari pihak Rutan Sumenep.

Upaya komunikasi diduga terhambat oleh berbagai alasan yang tidak dijelaskan. ***

2

Exit mobile version