SUMENEP, NEWS9 – Dominasi tim berbasis lokal kembali mengguncang panggung Bupati Cup 2026 di lapangan RJ Impact Stadium.
Tim Putri Arya Wiraraja Unija memastikan tiket ke babak 8 besar setelah menghancurkan perlawanan Tim Putri Ivora Bluto dengan skor telak 2-0.
Bahkan di set kedua, Ivora dibuat tak berkutik dengan perolehan angka di bawah 10 sebuah hasil yang langsung menyita perhatian publik bolavoli.
Kemenangan ini menjadi semakin fenomenal karena Ivora datang dengan kekuatan tambahan pemain bon dari luar daerah.
Namun, strategi itu tak mampu menembus soliditas permainan Arya Wiraraja yang tetap setia dengan identitasnya: berdikari, hanya mengandalkan pemain sendiri.
Sejak awal pertandingan, Arya Wiraraja tampil agresif dan disiplin. Pola serangan cepat, pertahanan rapat, serta komunikasi tim yang solid membuat Ivora kesulitan mengembangkan permainan.
Set pertama diamankan dengan meyakinkan, sementara di set kedua, dominasi Unija mencapai puncaknya Ivora praktis kehilangan arah dan kepercayaan diri.
Sorotan utama kembali tertuju pada Clara, pemain baru yang langsung dipercaya sebagai kapten tim. Ia tampil sebagai pemimpin sekaligus pembeda.
Dalam setiap momen penting, Clara hadir dengan ketenangan dan ketegasan, mengunci poin-poin krusial dan memimpin rekan-rekannya menjaga ritme permainan hingga kemenangan mutlak.
Pembina tim, Dr. Zein, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bukti nyata kekuatan prinsip berdikari.
“Kami tidak tergoda untuk bergantung pada pemain luar. Filosofi kami jelas: membangun kekuatan dari dalam. Ketika kepercayaan diri dan kekompakan tumbuh, hasilnya seperti hari ini dominan dan meyakinkan,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Pelatih Habib Rahman, A.Md menyebut performa tim sebagai salah satu yang paling solid sepanjang turnamen.
“Anak-anak bermain sangat disiplin, tidak memberi ruang bagi lawan. Sejak awal kami tekan, dan mereka mampu menjaga konsistensi sampai akhir. Ini kemenangan yang menunjukkan kualitas tim secara utuh,” jelasnya.
Asisten pelatih Isyanto, M.Pd menambahkan bahwa aspek mental menjadi kunci utama.
“Begitu kami unggul jauh, tekanan beralih ke lawan. Mereka mulai kehilangan pola. Di situlah kami manfaatkan momentum untuk mengunci pertandingan,” terangnya.
Sementara itu, Clara sebagai kapten tim menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif.
“Kami bermain bukan sebagai individu, tapi sebagai satu tim. Tidak ada yang merasa lebih besar. Prinsip kami sederhana: percaya satu sama lain, dan berjuang sampai akhir,” ungkapnya.
Kemenangan telak ini semakin menegaskan reputasi Tim Putri Arya Wiraraja Unija sebagai salah satu tim paling ditakuti di turnamen.
Di tengah maraknya tim yang mengandalkan pemain bon, mereka justru tampil berbeda lebih solid, lebih percaya diri, dan lebih mematikan.
Dengan tiket 8 besar di tangan, Arya Wiraraja tidak hanya menang, tetapi juga mengirim pesan kuat ke dunia bolavoli: berdikari bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan yang nyata dan menakutkan. ***
