BeritaEkonomi

Universitas Trunojoyo Madura Dukung Desa Rek Kerrek Pamekasan Menuju Desa Mandiri Energi Melalui Penerapan Genset Biogas

729
Universitas Trunojoyo Madura Dukung Desa Rek Kerrek Pamekasan Menuju Desa Mandiri Energi Melalui Penerapan Genset Biogas
FOTO: LPPM Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 yang diketuai Khamdi Mubarok, M.Eng, bersama anggota tim Andrie Kisroh Sunyigono, Ph.D dan Nor Qomariyah, M.P. pada Sabtu (20/9/2025). @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, kini mulai merasakan langkah awal menuju desa mandiri energi.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sejahtera memiliki lebih dari 30 ekor sapi, pada awalnya penanganan kotoran sapi menjadi masalah besar karena belum dikelola dengan baik sehingga menimbulkan polusi dan lingkungan yang tidak sehat di kandang.

Pada bulan Mei tahun 2025, LPPM Universitas Trunojoyo Madura berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan dan PT. Biru Karbon Nusantara (BKN) membuat instalasi pengolahan kotoran sapi menjadi biogas di peternakan milik BUMDES Sejahtera.

Hasil biogas telah dimanfaatkan sebagai pengganti LPG untuk memasak.

Sebagai kelanjutan dari program tersebut, LPPM Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 yang diketuai Khamdi Mubarok, M.Eng, bersama anggota tim Andrie Kisroh Sunyigono, Ph.D dan Nor Qomariyah, M.P. pada Sabtu (20/9/2025) menyerahkan satu unit biogenset atau generator biogas yang dapat mengubah biogas menjadi listrik.

Mereka didampingi tiga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), yakni Nurhadi Mulyono, Nanda Putri, dan Farid Wahyu, yang terlibat langsung dalam pendampingan mitra.

Dalam sambutannya, Khamdi Mubarok menjelaskan bahwa biogenset merupakan inovasi pemanfaatan limbah ternak diantaranya kotoran sapi menjadi energi.

Kotoran sapi diolah menjadi biogas yang mengandung metana, lalu digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan generator yang menghasilkan lisrik.

“Tujuan kami adalah mendukung visi Desa Rek Kerrek untuk mewujudkan desa mandiri energi. Setelah biogas dimanfaatkan sebagai pengganti LPG untuk memasak, selanjutnya biogas dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Kami berharap Desa Rek Kerek bisa menjadi percontohan untuk diterapkan di desa-desa lain” jelasnya.

Tidak hanya menyerahkan alat, tim pengabdian masyarakat UTM juga memberikan pelatihan kepada pengelola BUMDES mengenai cara pengoperasian dan perawatan biogenset.

Mahasiswa KKNT turut mendampingi warga mulai dari proses pengisian bahan baku, pengolahan biogas, hingga tahap menghasilkan listrik.

Kepala Desa Rek Kerrek, Fadil, S.Sos, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan kepada UTM atas program pengabdian yang dilaksanakan di Desa Rek Kerrek. Kehadiran instalasi biogas dan penerapan biogenset sangat membantu peternak dalam mengatasi masalah kotoran ternak dan mengurangi ketergantungan pada LPG serta memenuhi sebagian kebutuhan listrik. Semoga dengan adanya biogenset ini, masyarakat bisa lebih mandiri dan terbantu dalam memenuhi kebutuhan gas maupun listriknya,” tutur Fadil. ***

Exit mobile version