SUMENEP, NEWS9 – Pembangunan infrastruktur di Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, diduga sengaja dibiarkan tanpa perhatian serius oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa setempat.
Kondisi jalan rusak parah yang sudah lama menjadi keluhan warga kini membuat masyarakat bertindak sendiri.
Supardi, tokoh pemuda Desa Kramian, mengaku geram dengan sikap pemerintah desa yang dinilai tak peduli terhadap nasib warganya.
Ia bersama sejumlah warga akhirnya berinisiatif memperbaiki jalan yang rusak dengan biaya dan tenaga sendiri.
“Atas nama kepedulian terhadap masyarakat, kami memperbaiki jalan rusak tanpa bantuan siapa pun. Pemerintah tidak pernah turun tangan, padahal jalan itu sering menyebabkan kecelakaan,” tegas Supardi kepada News9.id, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, semangat ‘Bangun Desa, Rakyat Sejahtera‘ yang menjadi slogan Bupati Sumenep seolah tidak menyentuh Desa Kramian.
Di musim hujan seperti sekarang, kondisi jalan semakin membahayakan karena licin dan berlubang di banyak titik.
“Kami sudah berulang kali menyuarakan ke tingkat kabupaten, tapi kenyataannya nihil. Pemerintah seakan bungkam dan tidak peduli pada masyarakat kepulauan,” tambahnya.
Supardi menyebut, sejumlah warga rela bergotong royong tanpa menerima upah demi memperbaiki akses jalan desa.
Bahkan, lanjut Supardi, seluruh bahan material ditanggung oleh dirinya pribadi.
“Kami hanya ingin desa kami maju. Walaupun pemerintah desa maupun kabupaten tidak mau bertanggung jawab, kami tidak akan berhenti memperbaiki jalan,” ujarnya dengan nada tegas.
Warga Kramian berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Sumenep, turun langsung melihat kondisi infrastruktur di wilayah kepulauan yang selama ini terabaikan.
“Biarkan masyarakat menilai seperti apa birokrasi Pemkab Sumenep dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kami sudah muak dengan janji tanpa aksi,” pungkasnya. ***
Hingga berita ini diterbitkan lagi, Penjabat (PJ) Desa Kramian, Moh. Idris, saat dikonfirmasi memilih bungkam meski terlihat info aplikasi sudah dibaca. ***
