BeritaHukrim

Warga Tantang Kapolres Sumenep: Berani Bongkar Sindikat Narkoba Masalembu atau Diam

248
×

Warga Tantang Kapolres Sumenep: Berani Bongkar Sindikat Narkoba Masalembu atau Diam

Sebarkan artikel ini
Warga Tantang Kapolres Sumenep: Berani Bongkar Sindikat Narkoba Masalembu
FOTO: Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., didampingi Kasat Narkoba Polres Sumenep, AKP Anwar Subagyo, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Masyarakat Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali bersuara lantang.

Mereka mempertanyakan sejauh mana keseriusan Kapolres Sumenep dalam memberantas jaringan bandar narkoba yang diduga kian merajalela di pulau tersebut.

Sumitro, salah satu warga Masalembu, menegaskan peredaran narkoba kini berlangsung secara terang-terangan, bahkan diduga dijual bebas di sebuah rumah yang jaraknya hanya sekitar 60 meter dari Kantor Polsek Masalembu.

“Peredarannya semakin liar, seperti tidak ada yang mengawasi. Rumah yang dijadikan tempat transaksi itu dekat sekali dengan Polsek. Bagaimana mungkin aparat tidak tahu?” ujarnya dengan nada geram, Senin (24/11/2025).

Kepada News9.id, warga Masalembu secara terbuka menantang Kapolri, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolres Sumenep untuk menunjukkan nyali dan komitmen dalam memberantas narkoba yang disebut sudah berada pada level “akut”.

Menurut mereka, jika aparat tidak berani menindak tegas, maka kecurigaan publik semakin kuat ada dugaan pembiaran atau bahkan campur tangan oknum aparat di tingkat Polsek dalam maraknya peredaran barang haram tersebut.

Meski lokasi transaksi narkoba disebut sangat dekat dengan kantor polisi, warga menyebut aktivitas jual beli narkoba masih berjalan mulus tanpa hambatan.

“Bandarnya masih bebas menjual, seolah hukum bisa dibeli. Kalau begini, untuk apa ada kantor Polsek?” tegas warga lainnya.

Warga lain juga menilai Kapolres Sumenep belum menunjukkan langkah konkret dan agresif menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait peredaran narkoba yang semakin menggila.

Mereka bahkan menyebut situasinya seperti “orang jualan ikan di pasar”.

Kondisi tersebut membuat warga berkumpul dan membentuk Aliansi Pemuda Masalembu Melawan Narkoba, sebuah gerakan masyarakat untuk menekan aparat agar serius memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Kami akan terus bersuara. Bandar harus ditangkap. Jangan sampai hukum hanya tinggal papan nama,” tegas perwakilan aliansi.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., belum memberikan tanggapan resmi soal pemberantasan Narkoba di wilayah Masalembu. ***

Tinggalkan Balasan