SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep tak ingin Ramadan berlalu hanya sebagai seremoni tahunan.
Melalui Festival Bazar Takjil Ramadan, pemkab mendorong bulan suci menjadi momentum nyata penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM lokal.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan festival itu bukan sekadar agenda religi tahunan, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada perputaran ekonomi Ramadan.
“Kami menyelenggarakan Festival Bazar Takjil bukan hanya bernuansa religi, tetapi sebagai wadah pemberdayaan UMKM, khususnya pedagang kuliner lokal yang mengandalkan momentum Ramadan untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Bupati saat membuka acara di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Jumat (20/2).
Menurutnya, Ramadan harus memberi dampak ekonomi yang optimal. Pemerintah daerah ingin ruang-ruang ekonomi kreatif semakin inklusif dan terbuka luas, agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan memiliki daya saing.
“Festival ini bukti pemerintah hadir mendorong ekonomi kerakyatan. UMKM harus terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kualitas produk, kebersihan, serta keamanan pangan.
Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam membangun usaha berkelanjutan.
“Jangan sampai ada praktik yang merugikan konsumen. Jaga kualitas, kebersihan, pelayanan, dan pastikan harga tetap wajar,” pesannya.
Festival Bazar Takjil Ramadan tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Radar Madura Jawa Pos Biro Sumenep.
Kegiatan tersebut diikuti 143 stan resmi dan 40 UMKM non-stan, menghadirkan beragam menu khas berbuka puasa mulai jajanan tradisional, aneka minuman segar, hingga kuliner kekinian yang selalu menjadi magnet warga menjelang azan magrib.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, festival itu menjadi ruang silaturahmi, berbagi, dan memperkuat identitas Sumenep sebagai daerah religius yang tetap produktif secara ekonomi.
“Ini bukan hanya bazar, tetapi ruang mempererat persaudaraan dan komitmen membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera,” pungkas Achmad Fauzi. ***
