FPK Sambut Kapolres Anyar Sumenep dengan Audiensi, Soal Galian C Ilegal Hingga Peredaran Narkoba

- Redaktur

Selasa, 29 April 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Front Pejuang Keadilan (FPK) bersama Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda usai melakukan audiensi. @by_News9.id

Foto: Front Pejuang Keadilan (FPK) bersama Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda usai melakukan audiensi. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Front Pejuang Keadilan (FPK) menyambut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumenep, AKBP Rivanda dengan audiensi di ruangannya, pada Senin (28/4/2025).

Kapolres yang baru sehari dinas tersebut, disuguhkan beberapa kasus yang meresahkan masyarakat.

Terkhusus maraknya pelanggaran hukum yang belum mendapatkan ketegasan oleh Polres setempat.

Pelanggaran hukum itu, seperti kasus galian C ilegal yang dari tahun ke tahun tidak pernah benar-benar tuntas, penanganan kasus narkoba yang tidak menyentuh bandar, serta peredaran minuman keras yang semakin mengkhawatirkan.

Koordinator FPK, Abd. Halim mengungkapkan beberapa tahun terakhir, praktik tambang ilegal tidak pernah ditangani secara serius.

Bahkan hingga hari ini, tambang ilegal tersebut terus bermunculan.

Baca Juga:  Dandim 0821 Lumajang Tegaskan Larangan Judi Online di Kalangan Personel pada Apel Luar Biasa

Kegiatan tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga menimbulkan potensi konflik sosial dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Padahal sudah jelas pada Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ”Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi (IUP, IPR, atau IUPK) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak seratus miliar,” ungkapnya.

Setelah itu, Halim mengatakan, penegakan hukum terkait narkoba hanya menyasar pengguna saja, sementara para Bandar dan jaringan pengedarnya masih bebas berkeliaran.

Hal itu, menciptakan ketimpangan hukum dan tidak menyelesaikan akar persoalan peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Bahkan temuan FPK terbaru, peredaran minuman keras di Kabupaten Sumenep sangat menghawatirkan.

Kegiatan itu berlangsung secara terang-terangan tanpa pengawasan yang ketat, serta diduga memiliki jaringan suplai tetap yang belum tersentuh sama sekali.

“Oleh sebab itu, kami menuntut agar Polres Sumenep menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga supremasi hukum, ketertiban umum dan keselamatan generasi bangsa. Mumpung Kapolresnya masih baru, jadi kami sengaja menyuguhi kasus tersebut untuk segera ditindaklanjuti,” sampainya.

Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Riyanda merespons aspirasi dan menyetujui semua tuntutan FPK.

Kata dia, persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti di internal Polres. Namun, pihaknya meminta agar Polres Sumenep diberi waktu satu bulan sampai dua bulan kerja. Sebab, kasus seperti itu tidak akan selesai hanya hitungan hari.

“Karena saya yakin, kasus seperti ini pasti ada backingan-nya atau orang yang mempunyai kekuatan lebih. Namun yang pasti, kami membutuhkan support dari luar, seperti kalian (Red: massa audiensi),” pungkasnya.

Perlu diketahui, tuntutan yang disetujui oleh kapolres Sumenep terdapat 3 poin:

Baca Juga:  Enam Personel Polres Sumenep Resmi Kantongi Izin Menikah

1. Penutupan total seluruh aktivitas galian C ilegal yang ada di Kabupaten Sumenep.

2. Pungusutan dan penindakan tegas terhadap Bandar narkoba, bukan hanya pemakai.

3. Pemberantasan tempat-tempat yang menjadi pusat suplai miras di Kabupaten Sumenep. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Perubahan Desil
Forum LKS Kabupaten Madiun Bahas Penguatan Legalitas dan Perizinan LKSA
Anniversary Kedua Pushbike Trunojoyo Sampang Tandai Pergantian Ketua
PKN Bentuk Satgas Awasi Program MBG Nasional
Ribuan Warga Padati Karnaval Genteng, 15 Grup Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT RI ke-81
Satlantas Polresta Sumenep Buka Layanan SIM, STNK hingga BPKB di MCF
10 Tahun Berubah Drastis, Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Sumenep
Dari Panggung Seni hingga UMKM, MCF #4 Resmi Digelar di Sumenep
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:07 WIB

Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Perubahan Desil

Kamis, 3 September 2026 - 14:01 WIB

Forum LKS Kabupaten Madiun Bahas Penguatan Legalitas dan Perizinan LKSA

Rabu, 2 September 2026 - 18:33 WIB

Anniversary Kedua Pushbike Trunojoyo Sampang Tandai Pergantian Ketua

Rabu, 2 September 2026 - 09:43 WIB

PKN Bentuk Satgas Awasi Program MBG Nasional

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Ribuan Warga Padati Karnaval Genteng, 15 Grup Pawai Budaya Nusantara Meriahkan HUT RI ke-81

Berita Terbaru

FOTO: dr. Erliyati, M.Kes., (kiri), Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. @by_News9.id

KESEHATAN

RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik di MNV 2026

Sabtu, 5 Sep 2026 - 06:36 WIB