Penanganan Kasus Predator Seks Berkedok Pengasuh Pondok di Kangean

- Editorial Team

Minggu, 8 Juni 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pelaku pelecehan seksual terhadap santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kangean. @by_News9.id

Foto: Pelaku pelecehan seksual terhadap santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kangean. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Salamet Riadi, S.H., selaku kuasa hukum yang telah ditunjuk oleh seluruh korban dan keluarganya, menyampaikan apresiasi kepada Polres Sumenep yang telah menunjukkan respons cepat dan serius dalam menangani kasus pelecehan seksual terhadap santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kangean.

Hari ini, sebanyak 6 (enam) anggota tim dari Polres Sumenep telah tiba di Kangean untuk melakukan pemeriksaan terhadap para korban. Pemeriksaan awal telah dilakukan terhadap 4 (empat) orang korban, dan akan dilanjutkan besok terhadap korban lainnya.

“Saya menyatakan dengan tegas bahwa saya merasa geram dan sangat prihatin atas peristiwa ini. Tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh SN, seorang pengasuh pondok yang justru menjadi predator seksual, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah pendidikan dan agama,” tegasnya, Sabtu (7/6/2025).

Seorang guru seharusnya menjadi pelindung dan pembimbing, bukan pemangsa anak didiknya.

Baca Juga:  ODGJ Pelaku Penganiayaan di Giligenting Dibawa ke Yayasan Jiwa Lamongan

Tindakan bejat tersebut telah menghancurkan kepercayaan para santri dan keluarganya, serta mencederai nilai-nilai luhur pendidikan.

“Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan keadilan dan perlindungan hak-hak korban, saya menyampaikan bahwa seluruh pendampingan hukum terhadap korban akan dilakukan secara gratis/cuma-cuma. Saya telah menerima kuasa penuh dari seluruh korban dan keluarganya untuk mengawal proses hukum ini hingga tuntas,” terangnya.

Ia meminta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, media, dan aparat penegak hukum agar kasus ini ditangani secara transparan, profesional, dan tuntas, sehingga tidak ada lagi korban-korban lain di masa depan.

“Mari bersama-sama kita tegakkan keadilan dan pastikan lembaga pendidikan kembali menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka
Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum
Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah
PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi
Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka
Curanmor Probolinggo Makin Nekat, Honda Beat Raib Hanya Lima Menit di Sumberasih
Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi
Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB