Warga Jungkarang Kecewa, Nanas Mentah dari Dapur SPPG Berakhir Jadi Pakan Kambing

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menu buah nanas yang disajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darun Najah. @by_News9.id

FOTO: Menu buah nanas yang disajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darun Najah. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Warga Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Sampang, dibuat geram oleh menu buah nanas yang disajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darun Najah kepada murid sekolah dasar.

Nanas yang dinilai masih muda dan tak layak konsumsi itu dikumpulkan warga dan, sehari kemudian, Jumat, (27/2), diberikan kepada hewan ternak kambing.

Aksi tersebut, menurut warga, merupakan bentuk kekecewaan atas kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada anak-anak.

“Daripada dimakan takut gatal lidahnya, mending kami kasih ke kambing daripada terbuang sia-sia. Alhamdulillah, jadi pemenuhan gizi untuk ternak,” ujar seorang orang tua murid kepada News9.id Jumat, (27/2).

Peristiwa itu bermula saat murid SD di Desa Jungkarang menerima paket menu dari dapur SPPG Darun Najah pada Kamis (26/2).

Baca Juga:  Personil Satpolairud Polres Lamongan Bersama Tim SAR berhasil Temukan Korban Nelayan yang Hilang di Perairan Brondong Lamongan

Di dalamnya terdapat satu buah nanas utuh yang, menurut sejumlah orang tua, masih muda dan berpotensi menimbulkan rasa gatal di lidah jika dikonsumsi anak.

Para orang tua murid menilai penyajian buah tersebut tidak mempertimbangkan aspek kelayakan konsumsi bagi anak-anak.

“Kami kecewa. Ini untuk anak-anak sekolah dasar. Harusnya diperhatikan betul kualitas dan kelayakannya,” kata seorang wali murid lainnya.

Menurut mereka, kualitas bahan pangan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menyangkut keamanan dan kecukupan gizi. Apalagi program MBG bertujuan mendukung pemenuhan nutrisi anak usia dini dan sekolah dasar.

Kekecewaan warga tak berhenti pada kualitas buah. Mereka juga menyoroti alokasi anggaran per porsi yang dinilai tak sebanding dengan menu yang diterima siswa.

Baca Juga:  Adu Banteng Mobil Vs Motor di Sampang, Pengendara dan Pembonceng Motor Tewas

Seorang warga menyebutkan bahwa anggaran untuk anak PAUD hingga kelas 3 SD disebut mencapai Rp 8.000 per porsi per hari. Jika dikalkulasi selama tiga hari, nilainya sekitar Rp 24.000 per anak.

“Katanya anggarannya Rp 8 ribu per porsi. Kalau tiga hari berarti Rp 24 ribu. Masak hanya dapat susu kotak dan nanas sampai Rp 24 ribu, beli di mana?” ujarnya.

Warga mempertanyakan transparansi dan komposisi belanja bahan makanan. Mereka menduga ada ketidaksesuaian antara nilai alokasi yang ditetapkan dan kualitas menu yang disajikan.

“Bukan sekali dua kali dapur ini menyajikan menu yang ugal-ugalan tanpa melihat nilai gizinya,” kata wali murid tersebut.

Para orang tua berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan.

Baca Juga:  Bati Komsos Wakili Danramil Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilukada 2024

Mereka menegaskan bahwa program pemenuhan gizi seharusnya menjadi instrumen peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

“Kalau memang untuk anak-anak, ya harus serius. Jangan sampai yang seharusnya bergizi malah jadi bahan candaan, atau lebih cocok untuk kambing,” ujar seorang warga, menutup percakapan dengan nada getir.

Sementara Korwil BGN Kabupaten Sampang Ratna Nur Handayani, saat di konfirmasi News9.id melalui sambungan WhatsApp (WA) tidak di jawab, hingga berita ini terbit. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB