Belum Genap Setahun, Atap Koperasi Merah Putih di Desa Lapa Laok Lepas

- Editorial Team

Minggu, 27 September 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Atap bangunan Koperasi Desa Merah Putih berbahan galvalum terlihat lepas. @by_Newa9.id

FOTO: Atap bangunan Koperasi Desa Merah Putih berbahan galvalum terlihat lepas. @by_Newa9.id

SUMENEP, NEWS9 – Beredar sebuah vidio pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, atap berbahan galvalum sudah terlepas.

Perisriwa itu memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas konstruksi bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut belum genap setahun.

Kerusakan pada bagian atap itu menjadi catatan penting bagi pelaksanaan proyek yang semestinya mengedepankan kualitas, ketahanan bangunan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Dengan nilai pembangunan yang mencapai miliaran rupiah, kondisi tersebut dinilai tidak seharusnya terjadi tanpa penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Seharusnya dengan anggaran Rp1,6 miliar, pembangunan koperasi memiliki kualitas yang baik, mulai dari awal pengerjaan hingga proyek selesai. Namun, bagian atap bangunan tersebut justru mengalami masalah hingga terlepas,” kata Suhardi, Jumat (25/9/2026).

Menurut Suhardi, kerusakan yang terjadi pada bangunan yang relatif baru itu patut menjadi bahan evaluasi serius.

Baca Juga:  Belum Mampu Jamin Kualitas Makanan, MBG Bhakti Bunda Berjaya Kembali Disorot

Dia mempertanyakan kualitas material dan pelaksanaan pekerjaan, termasuk kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Dengan anggaran sebesar itu, sangat tidak masuk akal jika bangunan justru lebih awal mengalami kerusakan. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah material yang digunakan dan pengerjaannya benar-benar sesuai dengan spesifikasi,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis di lapangan.

Baca Juga:  Awak Media Pertanyakan Penanganan Dugaan Penghinaan Wartawan, Soroti Pemahaman UU Pers

Sebab, penyebab terlepasnya atap tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi fisik bangunan tanpa pengujian dan pemeriksaan oleh pihak berkompeten.

Suhardi juga menyoroti pelaksanaan pembangunan Koperasi Merah Putih yang menurutnya tidak melibatkan masyarakat secara memadai.

Dia menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan semangat koperasi yang seharusnya mengedepankan partisipasi, kebersamaan, dan kepentingan ekonomi masyarakat.

“Koperasi Merah Putih ini bukan pilihan masyarakat secara langsung. Justru yang diuntungkan dari proyek tersebut adalah pemodal. Masyarakat, melalui pemerintah desa, hanya menerima manfaat pembangunan yang kondisinya kini dinilai tidak layak,” tegasnya.

Dia juga mempertanyakan sejauh mana masyarakat, termasuk pemerintah desa, dilibatkan dalam proses pembangunan sejak tahap awal.

Baca Juga:  Masalembu Darurat Perampok Bersenjata, Warga Pertanyakan Nyali Polisi

Menurutnya, pembangunan koperasi semestinya tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan memperkuat ekonomi warga.

“Sejak awal pembangunan koperasi, masyarakat tidak menjadi bagian dari prosesnya. Bagaimana mau memberdayakan ekonomi kecil jika prosesnya dikuasai para pengusaha. Sementara itu, hasil pembangunannya justru dilaporkan sudah mengalami kerusakan,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong atau pelaksana pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Lapa Laok belum berhasil dikonfirmasi karena keterbatasan komunikasi. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWB Desak Kang Wito Turun Tangani Dugaan Pungli di Pasar Induk Banyuwangi
Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal
Pembangunan KDMP Badur Tuai Kritik: Kejar Progres, Kualitas Bangunan Terabaikan
PNS Ngopi Saat Upacara Bupati, Ipung: Jangan Sampai Jadi “PNS Pap Pa’an”
Menu MBG Tak Berselera, Warga Masalembu Desak SPPG Shohibul Qur’an Dievaluasi
Siswa “Lompat Empat Kelas” di Sampang, Dewan Pendidikan Minta Pemeriksaan Transparan dan Berbasis Data
Siswa Lompat Empat Kelas di Sampang, Ternyata Anak Bendahara Sekolah
Warga Tambelangan Sampang Tewas Dibunuh OTK
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:00 WIB

Belum Genap Setahun, Atap Koperasi Merah Putih di Desa Lapa Laok Lepas

Sabtu, 26 September 2026 - 09:04 WIB

IWB Desak Kang Wito Turun Tangani Dugaan Pungli di Pasar Induk Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 23:45 WIB

Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal

Jumat, 25 September 2026 - 10:06 WIB

Pembangunan KDMP Badur Tuai Kritik: Kejar Progres, Kualitas Bangunan Terabaikan

Rabu, 23 September 2026 - 13:50 WIB

PNS Ngopi Saat Upacara Bupati, Ipung: Jangan Sampai Jadi “PNS Pap Pa’an”

Berita Terbaru

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB

FOTO: Penemuan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di area tanah tegal. @by_News9.id

PERISTIWA

Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:45 WIB