GARUT, NEWS9 – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Forum Dewan Pendidikan Kabupaten se-Indonesia yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 mengangkat tema “RUU Sistem Pendidikan Nasional dan Masa Depan Pendidikan Indonesia”.
Forum nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi Dewan Pendidikan dalam mengawal arah kebijakan pendidikan nasional yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Hasan Rohmad, M.Pd, dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, menekankan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) harus mampu menjawab tantangan pendidikan secara konkret, termasuk persoalan yang masih dihadapi Kabupaten Sampang.
Mulai dari kerusakan sarana dan prasarana sekolah, pemerataan mutu pendidikan, kesejahteraan dan kompetensi guru, hingga penguatan layanan PAUD/TK, seluruhnya memerlukan perhatian serius serta kebijakan yang terarah dan berkesinambungan.
“Pembaruan sistem pendidikan nasional harus berpijak pada realitas di lapangan. Kita membutuhkan regulasi yang tidak hanya baik secara konseptual, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi sekolah, guru, dan peserta didik,” tutur aspirasi nya, Rabu (14/10/2026).
Sebagai bahan rekomendasi, Hasan Rohmad mendorong tujuh agenda prioritas: percepatan rehabilitasi sekolah rusak berdasarkan tingkat kedaruratan; peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru; pemerataan akses serta mutu pendidikan; penguatan layanan PAUD/TK; perbaikan tata kelola dan akuntabilitas lembaga pendidikan; perlindungan peserta didik serta penguatan karakter; dan optimalisasi peran Dewan Pendidikan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Menurutnya, persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya melalui perubahan regulasi. Diperlukan sinergi pemerintah pusat dan daerah, dukungan pembiayaan yang memadai, pengawasan yang akuntabel, serta pelaksanaan kebijakan yang terukur.
Bagi Kabupaten Sampang, agenda pembenahan pendidikan harus diarahkan pada terwujudnya sekolah yang aman dan layak, guru yang mendapatkan dukungan profesional secara proporsional, serta kesempatan belajar yang bermutu bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Rakornas V diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan dan rekomendasi antardaerah agar kebijakan pendidikan nasional semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Masa depan pendidikan Indonesia tidak cukup dibangun melalui kebijakan di atas kertas. Keberhasilannya harus terlihat dari kualitas layanan pendidikan, kelayakan fasilitas sekolah, profesionalitas guru, dan terpenuhinya hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu,” tegas Hasan dalam aspirasi nya. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS
Sumber Berita: Dewan Pendidikan Sampang









