BeritaPendidikan

Minim Siswa, Aktivitas Belajar SDN Batoporo Timur 1 Hanya Sepekan Sekali

138
×

Minim Siswa, Aktivitas Belajar SDN Batoporo Timur 1 Hanya Sepekan Sekali

Sebarkan artikel ini
Minim Siswa, Aktivitas Belajar SDN Batoporo Timur 1 Hanya Sepekan Sekali
FOTO: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat di wawancara awak media di ruangnya Rabu (21/1). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Aktivitas belajar mengajar di SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, saat ini hanya berlangsung satu hari dalam sepekan.

Kondisi tersebut memunculkan wacana penutupan sekolah apabila jumlah peserta didik tidak kembali mencukupi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam, mengatakan proses pembelajaran di sekolah tersebut hanya berjalan setiap hari Jumat.

Di luar hari itu, guru tetap hadir di sekolah, namun tidak ada kegiatan belajar mengajar karena keterbatasan jumlah siswa.

“Setiap Jumat kegiatan belajar berjalan normal dengan kehadiran tujuh guru. Di hari lain guru tetap masuk, tetapi tidak ada pembelajaran karena siswa sangat terbatas,” kata Nor Alam kepada wartawan, Rabu (21/1).

Penjelasan tersebut disampaikan Nor Alam usai melakukan pertemuan dengan Kepala SDN Batoporo Timur 1 dan seluruh tenaga pendidik.

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Inspektorat Kabupaten Sampang Ariwibowo Sulistyo serta Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang Sudarmanta, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh kondisi sekolah.

Menurut Nor Alam, menurunnya jumlah siswa di SDN Batoporo Timur 1 merupakan dampak berkelanjutan pasca pandemi COVID-19.

Sejak periode tersebut, sebagian besar orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah ibtidaiyah (MI), sehingga jumlah murid di sekolah dasar negeri tersebut terus berkurang.

Ia menegaskan, keputusan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan sepenuhnya bersifat sukarela tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

“Pilihan sekolah adalah hak orang tua dan wali murid. Kami tidak menemukan adanya paksaan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang akan melakukan penyandingan data siswa dengan Kementerian Agama untuk memastikan status pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Orang tua akan diminta menyampaikan pilihan pendidikan secara tegas, apakah tetap di sekolah dasar negeri atau beralih ke madrasah.

Nor Alam menyebutkan, apabila hasil pendataan menunjukkan mayoritas orang tua memilih madrasah, maka SDN Batoporo Timur 1 akan ditutup secara resmi.

Seluruh guru yang saat ini bertugas akan dialihkan ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik.

“Penutupan sekolah menjadi opsi terakhir dan akan dilakukan sesuai prosedur. Guru tidak akan dirugikan karena akan dipindahkan,” jelasnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjut Nor Alam memastikan penyaluran bantuan tetap dilakukan setiap hari berdasarkan data siswa yang tercatat secara resmi.

Karena sebagian siswa bersekolah di madrasah, bantuan diberikan saat mereka pulang sekolah dan melintas di depan SDN Batoporo Timur 1.

Sisa bantuan disalurkan kepada warga sekitar agar tidak terbuang.

Ia juga memastikan data siswa telah diverifikasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan tercatat dalam sistem Dapodik.

Sementara mengenai penggunaan fasilitas sekolah, termasuk smart panel dan konsumsi listrik yang bersumber dari dana BOS, pihaknya akan meminta klarifikasi lanjutan guna memastikan pemanfaatannya sesuai ketentuan.

“Semua akan kami evaluasi secara transparan agar tata kelola pendidikan tetap akuntabel,” pungkas Nor Alam. ***

Tinggalkan Balasan

>