Kosong di Hari Efektif, Kepsek dan Bendahara di Kecamatan Ra’as Diduga Pilih Rekreasi

- Editorial Team

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) saat melakukan rapat internal. @by_News9.id

FOTO: Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) saat melakukan rapat internal. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Pulau Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan kosong di hari efektif.

Bukan karena cuaca ekstrem atau kendala transportasi laut, melainkan akibat dugaan Kepala Sekolah bersama bendahara sekolah memilih melakukan perjalanan atau rekreasi saat jam belajar masih berlangsung.

“Jika kepala sekolah berhalangan, keikutsertaan disebut digantikan oleh guru atau tenaga kependidikan,” kata warga yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (3/2).

Akibatnya, siswa pulang tanpa pembelajaran, sementara tanggung jawab pendidikan negara kembali dipertanyakan.

Baca Juga:  Jaga Kebersihan Makopolsek Laren Laksanakan Kurve Bersama

Laporan masyarakat tersebut diterima Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) dan langsung memantik reaksi.

“Bagi wilayah kepulauan seperti Ra’as, absennya pimpinan sekolah di hari efektif bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini menyentuh inti persoalan tata kelola pendidikan dan pengabaian hak dasar peserta didik,” tegasnya.

Merespons laporan itu, DPKS mengambil langkah tegas. Dalam rapat internal pada Selasa, 3 Februari 2026, DPKS memutuskan akan melayangkan surat pemanggilan terhadap K3S serta kepala sekolah terkait.

Baca Juga:  Sholat Ghaib untuk Tiga Anggota Polri yang Gugur di Lampung

Pemanggilan tersebut akan disampaikan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep agar pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dapat dihadirkan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Juru Bicara DPKS Sumenep, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa persoalan itu tidak boleh dianggap sepele.

Menurutnya, kepala sekolah dan bendahara memegang peran sentral dalam memastikan roda pendidikan berjalan normal.

“Kalau benar terjadi di hari efektif, ini bukan soal jalan-jalan. Ini soal tanggung jawab dan kepemimpinan. Kepala sekolah dan bendahara seharusnya memastikan sekolah berjalan, bukan justru ditinggalkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPKS tidak akan ragu merekomendasikan langkah tegas apabila dugaan tersebut terbukti.

“Anak-anak di kepulauan sudah menghadapi banyak keterbatasan. Jangan sampai mereka juga menjadi korban kelalaian pengelola sekolah,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Satu satuan setingkat kompi (SSK) gabungan dari Batalyon A Pelopor, Samapta Polda Jawa Timur, Polisi Kehutanan (Polhut), dan relawan saat padamkan api. @by_News9.id

PERISTIWA

Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:22 WIB

FOTO: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan saat melakukan pemantauan. @by_News9.id

PERISTIWA

Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB