Maafkan Chainur Rasyid

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (istimewa) Chainur Rasyid, calon Sekda yang kini menjabat Kepala DKPP Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

FOTO: (istimewa) Chainur Rasyid, calon Sekda yang kini menjabat Kepala DKPP Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

OPININEWS9 – Maafkan aku, yang terlalu cepat menilai dari kulit yang tampak. Yang menyangka diam adalah lemah, merunduk adalah tanda kalah.

Padahal, di balik langkah pelan itu ada jiwa yang tak pernah gaduh meminta pengakuan.

Chainur Rasyid, sebuah nama yang berjalan tanpa panggung, tanpa lampu sorot, tanpa tepuk tangan yang riuh.

Ia memilih sunyi sebagai cara menjaga hati. Merendah bukan karena tak mampu berdiri tegak, melainkan karena tahu betapa tinggi langit tak bisa dijangkau kesombongan.

Baca Juga:  Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak

Loyal seribu persen, bukan kepada manusia semata, tetapi kepada amanah yang ia yakini akan ditanya di hadapan Tuhan Ilahi Rabbi.

Bagi mata yang hanya membaca permukaan, ia mungkin terlihat sederhana pejabat yang dianggap mudah digertak, mudah disela, mudah dipinggirkan.

Namun siapa yang tahu di balik ruang yang tak disorot kamera ia menyerahkan seluruh lelahnya kepada Yang Maha Melihat.

Ketulusannya tak pernah ia jadikan spanduk. Tak pernah ia klaim sebagai prestasi. Biarlah orang lain yang menilai atau bahkan tak menilai sama sekali.

Baca Juga:  Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Sebab ia percaya, Tuhan tidak pernah luput mencatat hati yang bersih. Seperti dawuh para ustadz, segala sesuatu kembali pada amal perbuatan.

Dan tiba-tiba tanpa gembar-gembor, tanpa strategi panggung namanya tertera di jajaran papan atas calon Sekda Sumenep.

Publik terdiam sejenak. Takjub. Bertanya dalam bisik: apa sebenarnya kelebihan Chainur Rasyid?

Barangkali bukan suara yang keras. Bukan langkah yang penuh gemuruh. Tetapi kesabaran yang panjang, dan niat yang tak pernah retak.

Baca Juga:  Gelar Survei Minat Menu Makan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Warga Binaan Lapas Banyuwangi

Begitulah takdir bekerja sunyi, tetapi pasti. Sejak sebelum kita mengenal dunia, Tuhan telah menuliskan kisah setiap makhluk di lembar yang tak pernah salah.

Kini kita hanya sedang berjalan, mengulang catatan yang telah selesai ditulis. Dan di antara baris-baris takdir itu, nama Chainur Rasyid perlahan naik ke permukaan bukan karena ambisi, melainkan karena waktu telah tiba pada gilirannya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru