BeritaPeristiwa

Pabrik Pengolahan Kelapa PT Wisma Nusantara Indonesia Tumpang Disorot

92
×

Pabrik Pengolahan Kelapa PT Wisma Nusantara Indonesia Tumpang Disorot

Sebarkan artikel ini
Pabrik Pengolahan Kelapa PT Wisma Nusantara Indonesia Tumpang Disorot
FOTO: Pabrik pengolahan kelapa milik PT Wisma Nusantara Indonesia (WNI) di wilayah Kecamatan Tumpang, @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Keberadaan pabrik pengolahan kelapa milik PT Wisma Nusantara Indonesia (WNI) di wilayah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menuai sorotan masyarakat sekitar.

Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang berasal dari proses produksi serta suara mesin pabrik yang dinilai cukup bising.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa aroma menyengat sering tercium dari area pabrik, terutama ketika angin bertiup ke arah permukiman.

Bau tersebut diduga berasal dari kelapa yang sudah membusuk serta sisa-sisa proses pengolahan yang menumpuk di lokasi produksi.

Suyudi, salah satu warga Desa Tumpang, mengatakan bahwa sejak awal beroperasi pihak perusahaan sempat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kegiatan produksi tidak akan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Namun setelah beberapa bulan beroperasi, kondisi di lapangan justru berbeda. Warga mulai merasakan dampak bau menyengat dari limbah atau sisa pengolahan kelapa yang menumpuk di area pabrik.

“Awalnya memang ada pertemuan dengan warga dan pihak pabrik memastikan tidak akan mengganggu. Tapi setelah berjalan beberapa bulan, muncul bau yang cukup menyengat,” ungkap Suyudi, Rabu (11/3).

Selain masalah bau, warga juga mengeluhkan kebisingan yang berasal dari mesin produksi.

Aktivitas pabrik yang berlangsung hingga malam hari bahkan terkadang sampai dini hari membuat masyarakat sekitar merasa terganggu.

Menurut warga, suara mesin masih terdengar jelas meskipun lokasi pabrik tidak berada tepat di tengah permukiman.

Kegiatan produksi yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB disebut menjadi salah satu penyebab terganggunya kenyamanan warga saat beristirahat.

Tidak hanya warga, dampak keberadaan pabrik juga dirasakan oleh pengelola Kolam Renang Tirta Panji yang berada tidak jauh dari lokasi pabrik.

Bau yang berasal dari pengolahan kelapa dinilai mengganggu aktivitas latihan para atlet renang.

Pelatih akuatik di Kolam Renang Tirta Panji, Bisky Morista Sayoga, menyampaikan bahwa bau menyengat sering tercium karena lokasi kolam renang dan pabrik hanya dipisahkan oleh tembok pembatas.

“Bau dari pabrik sangat terasa saat atlet sedang latihan. Kondisi ini tentu cukup mengganggu aktivitas latihan,” ujarnya.

Warga bersama perangkat desa, termasuk Babinsa setempat, sebelumnya sempat mendatangi pabrik untuk menyampaikan keluhan tersebut. Namun saat itu pemilik pabrik tidak berada di lokasi sehingga warga hanya bisa bertemu dengan pihak karyawan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan bersedia melakukan dialog atau audiensi bersama warga dan pemerintah setempat guna mencari solusi terbaik.

Dengan adanya komunikasi terbuka, diharapkan permasalahan bau dan kebisingan tersebut dapat segera diatasi sehingga tidak lagi meresahkan masyarakat sekitar. ***

Tinggalkan Balasan

>