BeritaOlahraga

Madura United Selamat dari Degradasi, Junior Brandao Jadi Penyelamat Laskar Sape Kerrab

33
×

Madura United Selamat dari Degradasi, Junior Brandao Jadi Penyelamat Laskar Sape Kerrab

Sebarkan artikel ini
Madura United Selamat dari Degradasi, Junior Brandao Jadi Penyelamat Laskar Sape Kerrab
FOTO: Striker Laskar Sape Kerrab, Junior Brandao, @by_News9.id

BANGKALAN, NEWS9 – Madura United memastikan tetap bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga pamungkas musim di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu malam.

Dua gol kemenangan Laskar Sape Kerrab diborong striker asing mereka, Junior Brandao, masing-masing pada menit ke-43 dan 54.

Sejak peluit awal dibunyikan, Madura United langsung tampil menekan.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun rapatnya pertahanan PSM membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol cepat.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum.

Berawal dari tembakan keras Taufany Muslihuddin yang ditepis kiper PSM, Reza Arya Pratama, bola liar langsung disambar Junior Brandao menjadi gol pembuka pada menit ke-43.

Memasuki babak kedua, Madura United semakin percaya diri.

Pada menit ke-54, kombinasi serangan Taufany Muslihuddin dan Pedro Monteiro kembali membuka ruang bagi Junior Brandao.

Sundulan striker asal Brasil itu sukses menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.

PSM Makassar mencoba bangkit, namun kokohnya lini belakang Madura United membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.

Bahkan, Madura United nyaris menambah gol pada menit ke-82 lewat peluang emas Riquelme, tetapi kembali digagalkan Reza Arya Pratama.

Skor 2-0 bertahan hingga laga usai dan memastikan Madura United tetap berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027.

Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya.

“Yang pertama kita harus bersyukur dengan kemenangan hari ini dan memastikan kami tetap bertahan di Liga 1. Ini hasil perjuangan semua anggota tim,” ujar Rakhmat Basuki usai pertandingan.

Ia menilai perubahan permainan pada babak kedua menjadi kunci kemenangan timnya.

“Di babak pertama kami terlihat frustrasi karena PSM bermain bagus. Baru di babak kedua kami bisa mengontrol pertandingan dan menjalankan instruksi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, pemain Madura United, Gio Numberi, menyebut keberhasilan bertahan di Liga 1 merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.

“Hasil ini bukan hanya kerja keras pemain, tetapi juga staf, pelatih, dan semua elemen tim. Kami bangga bisa bertahan di Liga 1,” ujarnya dalam konferensi pers.

Kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjalanan Madura United yang sempat terseok di papan bawah klasemen, namun akhirnya mampu bangkit dan memastikan diri tetap hidup di Liga 1. ***

Tinggalkan Balasan

2