NEWS9SPORT – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, optimistis mampu tampil lebih kompetitif pada paruh kedua Moto3 musim 2026.
Sejumlah seri yang akan digelar di kawasan Asia diyakini menjadi peluang besar bagi rider asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk meraih hasil terbaik.
Veda mengaku memiliki pengalaman positif di sejumlah lintasan Asia seperti Motegi (Jepang), Sepang (Malaysia), Lusail (Qatar), hingga Mandalika (Indonesia).
Saat masih berkompetisi di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), yang kini berganti nama menjadi Idemitsu Moto4 Asia Cup, ia pernah meraih podium bahkan kemenangan di beberapa sirkuit tersebut.
“Ya pasti, saya punya pengalaman di sirkuit-sirkuit itu. Kita lihat nanti,” ujar Veda saat ditemui di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Minggu (20/7).
Meski menantikan seri Asia, Veda juga tak sabar menjajal dua lintasan legendaris yang belum pernah ia rasakan, yakni Silverstone, Inggris, dan Phillip Island, Australia.
“Selain Mandalika, banyak sirkuit baru yang ingin saya coba. Terutama Silverstone dan Phillip Island. Semoga saya bisa cepat beradaptasi,” harapnya.
Hingga jeda musim, Veda menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 90 poin.
Catatan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai debutan terbaik Moto3 musim 2026.
Dari 11 seri yang telah dijalani, Veda mampu menunjukkan perkembangan signifikan dengan raihan finis terbaik di posisi ketiga, membuka peluang untuk kembali naik podium pada paruh kedua musim.
Selama jeda kompetisi, Veda bersama pembalap Indonesia Mario dijadwalkan menjalani sesi latihan di Sirkuit Mandalika sebagai persiapan menghadapi seri berikutnya di Silverstone, Inggris, yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026. ***












