JAKARTA, News9 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan Proyek Strategis Nasional (PSN), Minggu (8/12/202).
Pokja ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% dalam lima tahun mendatang.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang KEK, KI, dan PSN, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyatakan bahwa pembentukan Pokja ini akan membantu mengatasi kendala yang sering dihadapi oleh pelaku industri, mulai dari masalah perizinan hingga hambatan infrastruktur.
“Pokja ini nantinya melibatkan pemerintah dan kementerian terkait untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang penting bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya usai rapat koordinasi dengan perwakilan kementerian terkait pada Jumat (6/12/2024).
Pokja yang diusulkan Kadin ini akan melibatkan berbagai kementerian, seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian ATR/BPN.
Kadin berharap setiap kementerian menunjuk perwakilan setingkat Direktur atau Direktur Jenderal untuk memastikan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif.
“Kami meminta SK resmi agar Pokja ini terbentuk dengan struktur yang jelas. Kami juga akan berkoordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menko Infrastruktur untuk mempercepat proses ini,” tambah Akhmad Ma’ruf.
Dari data Kadin, terdapat potensi komitmen investasi sebesar Rp 2.785 triliun dari 41 kawasan industri PSN yang akan direalisasikan secara bertahap.
Hingga akhir 2024, realisasi investasi diperkirakan mencapai Rp 68 triliun, dengan target jangka menengah sebesar Rp 481 triliun pada 2029.
Investasi ini meliputi pengembangan infrastruktur kawasan dan fasilitas industri yang akan memperkuat sektor manufaktur nasional.
Akhmad Ma’ruf juga menegaskan komitmen Kadin untuk mengawal proyek-proyek non-APBN yang menjadi bagian dari KEK, KI, dan PSN.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan cepat dan efisien. Semua pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan dan percepatan untuk mendukung realisasi proyek-proyek ini,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari visi Kadin di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie yang menargetkan pertumbuhan industri manufaktur melalui penguatan peran KEK, KI, dan PSN.
Dengan sinergi pemerintah dan swasta, Kadin optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, mendukung Indonesia sebagai salah satu pusat industri global. ***













>