BeritaDaerah

Lautan Jemaah di Sampang, Penuhi Haul Akbar ke-66 Syekh KH. Fathol Bari

248
×

Lautan Jemaah di Sampang, Penuhi Haul Akbar ke-66 Syekh KH. Fathol Bari

Sebarkan artikel ini
FOTO: Lautan jamaah padati ponpes An-Naqsyabandiyah. di Dusun Sorak Desa Bringin Tambelangan Sampang. @by_News9.id
FOTO: Lautan jamaah padati ponpes An-Naqsyabandiyah. di Dusun Sorak Desa Bringin Tambelangan Sampang. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Hawa dingin belum sepenuhnya pergi dari Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura. Nmun ribuan pasang kaki sudah menapaki jalan menuju Pondok Pesantren An-Naqsyabandiyah.

Dari segala penjuru Madura, bahkan luar daerah, jemaah berdatangan, menyatu dalam lautan manusia yang penuh khidmat, memperingati Haul Akbar ke-66 almaghfurlah Syekh KH. Fathol Bari bin Ismail.

Bukan sekadar peringatan tahunan, haul ini adalah momentum spiritual, tempat berkumpulnya hati-hati yang rindu pada jejak para ulama.

Syekh KH. Fathol Bari, sebagai mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Al-Mudhariyah dan pendiri pesantren itu dikenal sebagai figur yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menghidupkan nilai-nilai akhlak dan keteladanan dalam keseharian.

Dengan mengangkat tema berbahasa Madura: “Estonah ateh, emot de’ lalampanah kiyaeh” yang berarti “Tinggikan niat, jangan lupakan jejak para ulama” haul ini mengajak umat untuk merefleksikan kembali warisan spiritual dan moral para guru bangsa.

Sejak pagi, istighotsah menggema, doa-doa mengalun di bawah langit yang perlahan cerah.

Dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren saat ini, Syekh Ismail Fathulbari, yang juga merupakan putra almarhum, jemaah larut dalam dzikir dan rasa haru.

Di wajah mereka tergambar cinta yang tulus dan rindu mendalam pada sang mursyid yang dikenal sederhana dan penuh welas asih.

Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh Ponpes An-Naqsyabandiyah, KH. Hasyim, menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas antusiasme jemaah yang hadir.

“Haul ini bukan hanya tradisi, tetapi pernyataan cinta dan kesetiaan terhadap ajaran-ajaran Syekh KH. Fathol Bari. Semangat dan keteladanan beliau masih hidup, dan akan terus hidup dalam hati kami,” ujarnya penuh emosi, Kamis (3/7/2025).

Momen semakin syahdu dengan kehadiran ulama kharismatik, Habib Segaf Baharun, Pengasuh Ponpes Darullughah Wadda’wah (Dhalwa), yang memberikan tausiyah singkat namun sarat makna.

“Semoga Allah pertemukan kita kembali di haul berikutnya. Semoga ilmu dan cahaya beliau terus mengalir dalam kehidupan kita semua,” ungkapnya di tengah suasana yang hening dan penuh penghayatan.

Puncak acara ditutup dengan lantunan shalawat yang menggema dari ribuan suara, menandai akhir dari rangkaian haul yang berlangsung khusyuk dan penuh kehangatan iman.

Tak hanya menjadi ajang mengenang sosok ulama besar, Haul Akbar ini juga menjadi jembatan silaturahmi antar-pesantren dan memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas wilayah.

Saat matahari meninggi dan jemaah mulai meninggalkan area pesantren, suasana haru belum benar-benar sirna.

Banyak yang pulang dengan wajah cerah dan hati lapang, seolah membawa pulang secercah cahaya warisan moral dari sang mursyid untuk menerangi langkah-langkah mereka di luar sana. ***

Tinggalkan Balasan

2